IHSG Anjlok Lebih dari 5%, Peringatan MSCI Guncang Pasar Saham Indonesia

Bagikan
19 Oktober 2026 | Author :
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menurun di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (16/10/2026). ANTARA FOTO/H
IHSG anjlok lebih dari 5 persen pada perdagangan Senin setelah MSCI mempertimbangkan perubahan status pasar saham Indonesia. Transparansi pasar menjadi sorotan.
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada Senin (19/10/2026). Pada perdagangan pagi, indeks acuan pasar saham Indonesia tersebut merosot lebih dari 5 persen setelah sebelumnya mencatat penurunan tajam akibat kekhawatiran investor terhadap rencana evaluasi status pasar Indonesia oleh penyedia indeks global, MSCI.

Reuters melaporkan, IHSG sempat jatuh 11,6 persen pada Jumat (16/10), sebelum kembali melemah pada awal perdagangan Senin. Tekanan tersebut membawa indeks ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Penurunan terjadi setelah MSCI mempertimbangkan kemungkinan mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market atau pasar negara berkembang menjadi standalone market.

Transparansi Pasar Jadi Sorotan

MSCI menyoroti sejumlah persoalan di pasar modal Indonesia, terutama transparansi struktur kepemilikan saham, keterbukaan data pasar, serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi dan penegakan aturan yang dinilai belum memadai.

Klasifikasi MSCI menjadi perhatian investor global karena sejumlah pengelola dana internasional menggunakan indeks tersebut sebagai acuan investasi. Perubahan status berpotensi memengaruhi aliran modal asing ke pasar saham Indonesia.

Menurut laporan Reuters, penurunan tajam pada Jumat menghapus sekitar US$65 miliar kapitalisasi pasar saham Indonesia.

Bursa Siapkan Langkah Respons

Menghadapi tekanan tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengubah batas penurunan harga saham harian menjadi 7 persen dari sebelumnya 15 persen. Kebijakan ini ditujukan untuk memberikan waktu bagi investor mengevaluasi informasi dan mengambil keputusan di tengah volatilitas pasar.

BEI juga dijadwalkan melakukan pertemuan dengan MSCI untuk meminta penjelasan mengenai evaluasi tersebut.

Meski demikian, perubahan klasifikasi belum menjadi keputusan final. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada hasil pembahasan serta langkah perbaikan yang dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.
Baca Juga
• Saham GOTO Anjlok 92% dari Harga IPO, Sentuh Level Rp28 usai Aturan Baru BEI
• Harga BBM Pertamina Naik Mulai 1 September 2026, Dexlite Tembus Rp23.700 per Liter
• IHSG dan Rupiah Kompak Melemah, Pasar Tahan Napas Jelang Keputusan The Fed
• Rupiah Menguat ke Rp17.798 per Dolar AS pada HUT ke-81 RI
• Bulog Serap 4,11 Juta Ton Beras, Terbanyak Sepanjang Sejarah
#IHSG #MSCI #BursaEfekIndonesia #PasarSaham #EkonomiIndonesia #Investasi #SahamIndonesia
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.