Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Hilang di Selat Sunda Sejak 7 September, Pencarian Resmi Dihentikan

Bagikan
11 Oktober 2026 | Author :
Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra/nym
Lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang sejak 7 September saat meliput erupsi Anak Krakatau. Basarnas hentikan pencarian hari ke-10, DPR minta dibuka kembali.
Jakarta – Lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda belum juga ditemukan. Operasi pencarian resmi oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) dihentikan pada hari ke-10, Kamis (17/9/2026), sementara pencarian secara mandiri dilaporkan masih berlanjut. Peristiwa ini kembali menjadi sorotan setelah status Gunung Anak Krakatau dinaikkan ke Level III (Siaga) pada Jumat (9/10/2026).

Hilang Kontak Saat Meliput

Rombongan itu berangkat dari Carita, Pandeglang, Banten, untuk meliput aktivitas vulkanik Anak Krakatau menggunakan speedboat. Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyebut, berdasarkan informasi yang dihimpun, rombongan masih berada di sekitar gunung pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.15 WIB. Setelah itu, kontak terputus.

Basarnas, TNI, Polri, dan relawan segera mengerahkan sumber daya. Pada hari keempat pencarian, Jumat (11/9/2026), 13 unit kapal disebar ke empat sektor. Memasuki hari kedelapan, area operasi dibagi menjadi lima sektor dan diperluas hingga pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano.

Pencarian Dihentikan di Hari Kesepuluh

Setelah sempat diperpanjang tiga hari, operasi SAR resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026), hari ke-10 pencarian. Hingga laporan terakhir yang saya temukan, kelima jurnalis dan tiga awak kapal belum ditemukan. Beberapa pihak menyebut pencarian masih dilakukan secara mandiri oleh warga dan nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan itu.

Dewan Pers: Pahlawan Pers dan Pengingat Keselamatan

Dewan Pers menggelar doa bersama untuk para jurnalis di Jakarta, Senin (21/9/2026). Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyebut kelimanya sebagai pahlawan pers karena berupaya menghadirkan gambar terbaik bagi publik, dan mengatakan peristiwa ini menyadarkan betapa berat mendapatkan gambar semacam itu.

Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers Abdul Manan menilai kejadian ini harus menjadi momentum memperkuat keselamatan kerja jurnalis. Dewan Pers juga mengingatkan pentingnya koordinasi dengan pemerintah dan petugas setempat saat bekerja di kawasan berbahaya, serta mengajak perusahaan pers menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama.

Desakan Membuka Kembali Pencarian

Pada Kamis (24/9/2026), Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsuri meminta Basarnas membuka kembali operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan kru speedboat tersebut. Hingga laporan terakhir yang saya temukan, belum ada keputusan resmi soal pembukaan kembali operasi.

Aktivitas Gunung Meningkat

Kekhawatiran bertambah karena aktivitas Anak Krakatau meningkat. Badan Geologi menaikkan status gunung ke Level III (Siaga) pada 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB dan menetapkan radius bahaya 5 kilometer, setelah mencatat 14 kali erupsi pada periode 6-9 Oktober. Masyarakat, nelayan, dan wisatawan dilarang mendekat dalam radius tersebut.
Baca Juga
• Prabowo Terbang ke Kalimantan, Pimpin Langsung Penanganan Karhutla
• Prabowo Kirim 50 Ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT
• Kemensos Libatkan 2.000 Taruna TNI-Polri Dampingi Siswa Sekolah Rakyat
• Prabowo Minta Perda yang Membolehkan Bakar Lahan Direvisi
• Keracunan MBG di Sidoarjo Capai 664 Orang, 77 Masih Dirawat
#AnakKrakatau #JurnalisHilang #SelatSunda #Basarnas #DewanPers #KeselamatanJurnalis #PahlawanPers #B
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.