Luas Lahan Terbakar di Indonesia Tembus 1,92 Juta Hektare, Naik Dua Kali Lipat
Bagikan
21 Oktober 2026 | Author :
Foto: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan masih ada 570,08 hektar lahan yang masih terbakar di 6 provinsi prioritas. Ilustrasi (ANTARA)
Luas lahan terbakar di Indonesia mencapai 1,92 juta hektare hingga September 2026. Kabut asap turut mengganggu kualitas udara dan penerbangan
JAKARTA — Luas lahan yang terbakar di Indonesia mencapai sekitar 1,92 juta hektare hingga akhir September 2026. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan akumulasi luas kebakaran pada akhir Agustus yang tercatat sekitar 895.650 hektare, berdasarkan pemantauan satelit Nusantara Atlas.
Data tersebut dilaporkan Reuters pada Selasa (20/10/2026). Lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut memicu kabut asap, memperburuk kualitas udara, serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat di wilayah terdampak. Asap juga dilaporkan menyebar ke sejumlah negara tetangga, termasuk Malaysia dan Singapura.
Angka kumulatif hingga September itu juga melampaui luas lahan terbakar pada periode yang sama pada 2019, ketika Nusantara Atlas mencatat sekitar 1,39 juta hektare. Pada akhir 2019, total lahan yang terbakar mencapai 2,63 juta hektare.
Nusantara Atlas turut mendeteksi sekitar 1,15 juta titik panas di Indonesia hingga 20 Oktober 2026. Namun, titik panas merupakan indikasi aktivitas kebakaran yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan yang terbakar.
Kabut Asap Ganggu Kualitas Udara dan Penerbangan
Dampak karhutla tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Sebaran asap lintas wilayah turut memengaruhi kualitas udara di kawasan Asia Tenggara.
Reuters melaporkan bahwa sejak 11 Agustus 2026, sebanyak 2.604 penerbangan domestik terdampak kebakaran. Lebih dari 1.400 penerbangan di antaranya mengalami pembatalan atau penundaan, menurut otoritas penerbangan sipil.
Gangguan tersebut terjadi ketika asap menghambat aktivitas penerbangan, termasuk proses pendaratan, lepas landas, dan operasional di darat.
Pemerintah Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca
Untuk menekan dampak kebakaran, pemerintah menjalankan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Upaya tersebut dilakukan untuk memicu hujan yang diharapkan membantu pemadaman kebakaran dan memperbaiki kualitas udara.
Menurut laporan Reuters, Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang menjalankan operasi tersebut secara intensif, dengan 107 penerbangan dalam empat pekan terakhir berdasarkan keterangan otoritas setempat.
Meski demikian, besarnya luas lahan yang terbakar menunjukkan bahwa penanganan karhutla masih menghadapi tantangan. Pemadaman di lapangan perlu disertai pencegahan kebakaran baru, pemantauan wilayah rawan, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melanggar ketentuan.
Data luas kebakaran dalam laporan ini berasal dari pemantauan satelit Nusantara Atlas. Angka tersebut merupakan estimasi lembaga pemantau, bukan angka resmi pemerintah yang telah diumumkan untuk periode yang sama.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.