Perang Ukraina Tak Kunjung Berakhir, Putin Perintahkan Rusia Tambah 15.500 Tentara
Bagikan
29 September 2026 | Author :
Foto: Presiden Vladimir Putin (Foto: VCG/CGN News)
Presiden Vladimir Putin menandatangani dekret penambahan 15.500 tentara Rusia, keempat kalinya tahun ini, di tengah perang Ukraina yang terus berlanjut.
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang memerintahkan penambahan 15.500 personel militer ke dalam jajaran Angkatan Bersenjata Rusia. Dekret yang diteken pada Senin (28/9/2026) tersebut merupakan perintah serupa yang keempat kalinya dikeluarkan Putin sepanjang tahun 2026, di tengah perang melawan Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat setengah tahun tanpa tanda-tanda berakhir.
Berdasarkan isi dekret yang dikutip kantor berita AFP, jumlah personel resmi Angkatan Bersenjata Rusia kini ditetapkan sebanyak 2.441.630 orang, termasuk di dalamnya 1.550.500 personel militer aktif. Dekret tersebut tidak mencantumkan alasan spesifik di balik keputusan penambahan pasukan kali ini.
Sepanjang 2026, Putin sebelumnya telah tiga kali menandatangani dokumen serupa untuk memperbesar kekuatan militer Rusia, yakni pada Maret, Juni, dan Juli. Jika digabungkan dengan penambahan terbaru ini, total pasukan tambahan yang diperintahkan Putin sejak Maret mencapai 47.860 personel.
Langkah ini muncul di tengah meningkatnya jumlah korban jiwa di kedua belah pihak yang bertikai, baik Rusia maupun Ukraina, dalam perang yang dimulai sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Kemajuan pasukan Moskow di garis depan dilaporkan melambat dalam setahun terakhir, seiring penggunaan drone secara masif oleh kedua pihak yang membuat pergerakan pasukan berskala besar semakin sulit dilakukan.
Zelensky Peringatkan Ancaman Pengerahan Tentara Korea Utara
Bersamaan dengan pengumuman penambahan pasukan tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan peringatan baru melalui akun media sosialnya. Ia mengungkapkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan pengerahan hingga 10.000 tentara tambahan asal Korea Utara, yang disebutnya sedang menjalani proses seleksi dan pelatihan sebelum dikirim ke wilayah Rusia.
Zelensky juga mengungkapkan bahwa sebagai imbalan atas bantuan pasukan tersebut, Rusia disebut memberikan dukungan teknologi militer kepada Korea Utara, termasuk membantu pendirian fasilitas produksi pesawat nirawak (drone) serang jenis Shahed di negara itu.
Sementara itu, media investigasi independen Rusia yang berbasis di luar negeri, Meduza, mencatat bahwa sepanjang tahun ini militer Rusia telah membuka 52.500 posisi baru, dengan mayoritas besar di antaranya merupakan slot militer aktif, bukan staf pendukung sipil. Ukraina turut menuding Rusia tengah bersiap melakukan mobilisasi massal tentara baru, menyusul digelarnya pemilihan parlemen Rusia pekan lalu.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.