Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Korea Selatan Jadi Negara Termahal untuk Membesarkan Anak, Begini Penjelasannya

Bagikan
15 Oktober 2023 | Author : Redaksi
Foto: IDE Times
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Korea Selatan merupakan negara yang membutuhkan biaya pendidikan anak hingga usia 18 tahun paling tinggi.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Korea Selatan merupakan negara yang membutuhkan biaya pendidikan anak hingga usia 18 tahun paling tinggi.

Temuan ini juga menjelaskan alasan penurunan drastis angka kelahiran di Korea. Penasaran seperti apa informasinya? Sekarang, lihat di bawah.

Korea Selatan masuk dalam daftar negara mahal untuk membesarkan anak

Majalah Hankyung melaporkan pada Selasa, 10 Oktober 2023 bahwa, menurut studi tahunan yang dilakukan oleh YuWa Demographic Research Institute yang berbasis di Beijing, Korea Selatan menduduki peringkat teratas negara dengan kondisi terburuk dalam membesarkan anak. Biaya membesarkan anak di Korea 7,79 kali lebih tinggi dibandingkan produk domestik bruto (PDB) per kapita negara tersebut.

Angka tersebut setara dengan sekitar 365 juta won Korea atau sekitar Rp 4,2 miliar. Tiongkok menempati peringkat kedua dalam daftar ini, disusul Jerman dan Prancis di peringkat ketiga dan keempat.
Namun, fakta bahwa biaya membesarkan anak yang terlalu tinggi di Korea berdampak negatif terhadap angka kelahiran di negara tersebut.

Tingkat kelahiran di Korea rendah

Saat ini angka kelahiran di Korea Selatan hanya 0,78, artinya hanya ada 78 bayi yang lahir per 100 wanita seumur hidupnya. Angka ini mencapai titik terendah sejak angka kelahiran di Korea Selatan turun menjadi 1,48 pada tahun 2000. Penurunan ini cukup signifikan dibandingkan tahun 1980-an dan 1960-an, ketika angka kelahiran di Korea Selatan mencapai 2,82 dan 5,95.

Turunnya angka kelahiran di Korea dapat dijelaskan oleh fakta bahwa masyarakat Korea menghargai pendidikan anak-anak mereka.

Menurut laporan tahun 2022, masyarakat Korea menghabiskan dana sebesar 26 triliun won (sekitar Rp 301 triliun) untuk membiayai les privat atau konsultasi akademik (bimbel) bagi anak-anak mereka. Dengan kata lain, orang tua Korea menghabiskan setidaknya 524.000 won (sekitar Rp 6 juta) per bulan untuk biaya pendidikan anaknya. Di Seoul, banyak orang yang mengeluarkan banyak uang setiap bulannya untuk taman kanak-kanak berbahasa Inggris ini karena menurut mereka lebih mudah bagi anak-anak untuk belajar bahasa asing di usia muda dan kemampuan ini dianggap penting.

Selain itu, banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya ke les privat karena ingin memastikan anaknya mendapat pengawasan dan perhatian selama bekerja. Diskusi mengenai pilihan pendidikan seringkali terjadi ketika orang tua berkumpul dengan teman atau anggota keluarga.

Mata pelajaran yang biasa diajarkan di bimbel adalah bahasa Inggris dan matematika. Kedua mata pelajaran ini dianggap sebagai kunci untuk diterima di sekolah menengah atas, yang nantinya akan membantu siswa mengakses universitas bergengsi dan mendapatkan pekerjaan berkualitas.
Baca Juga
• Warga di Tepi Barat Palestina Donasi 3.000 Kantong Darah untuk Gaza
• Krisis Air Bersih dan Sanitasi, Perempuan Gaza Membersihkan Anak-anaknya Menggunakan Pasir
• Perempuan di Gaza Utamakan Keluarga Untuk Kebutuhan Makan Sehari-hari
• Warga Gaza Jalani Bulan Suci Ramadan Dengan Dapur Kosong, Imbas Blokade Bantuan
• Keji! Israel Serang Jurnalis Palestina dan Dibakar Hidup-hidup
#koreaselatan #drakor #tradisikorea #mengenalsalamkorea #mengurusanak #anak #suamiistri
BERITA LAINNYA
Dalam Negeri Tegas! Aturan Baru Barang Bawaan Luar Negeri Akan Diterbitkan Sri Mulyani
Pemerintahan 13 Wakil Menteri Masih Rangkap Jabatan, Mahfud MD Soroti Pelanggaran Putusan MK
Infotainment Larissa Chou dan Ikram Rosadi Resmi Menikah, Ini Mas Kawinnya
Infotainment Resmi Cerai, Ari Wibowo Belum Punya Rencana Nikah: Mikir-mikir Lagi
Kesehatan Wajib Hafal! Doa Niat Puasa dan Berbuka Puasa, Wajib Dilafalkan
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.