Bryan Ebem Dihujani Kritik Usai Rekam Usher GIIAS Tanpa Izin, Netizen Geram

Bagikan
04 Agustus 2026 | Author :
Foto: (Instagram/@ebemartono)
Bryan Ebem menuai kritik usai mengunggah video yang merekam usher GIIAS 2026 tanpa izin. Kontroversi tersebut memicu kemarahan netizen hingga berujung permintaan maaf.
JAKARTA – Kreator konten Emanuel Bryan atau yang lebih dikenal sebagai Bryan Ebem menjadi sorotan publik setelah video yang dibuatnya di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 memicu gelombang kritik di media sosial. Konten tersebut dinilai melanggar privasi karena memperlihatkan seorang usher yang mengaku direkam tanpa persetujuannya.

Video yang diunggah Bryan memperlihatkan interaksinya dengan seorang usher di area pameran otomotif. Konten itu dikemas sebagai bagian dari konsep perkenalan dengan orang baru. Namun, setelah video tersebut viral, usher yang muncul dalam rekaman menyatakan tidak mengetahui dirinya direkam dan tidak pernah memberikan izin agar videonya dipublikasikan di media sosial.

Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari warganet. Banyak pengguna media sosial menilai setiap kreator konten tetap harus menghormati hak privasi orang lain, meski proses perekaman dilakukan di ruang publik. Tidak sedikit pula yang menilai persetujuan dari pihak yang direkam seharusnya diperoleh sebelum video diunggah ke platform digital.

Kontroversi semakin membesar setelah muncul kabar bahwa Bryan sempat menyebut adanya biaya produksi ketika diminta menghapus video tersebut. Pernyataan itu menuai kecaman dan dianggap tidak menunjukkan empati terhadap pihak yang merasa dirugikan.

Tagar yang membahas kasus ini pun ramai bermunculan di berbagai platform media sosial. Sejumlah netizen mendesak Bryan segera menghapus konten tersebut dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Sebagian lainnya menjadikan kasus ini sebagai pengingat pentingnya menjaga etika dalam pembuatan konten digital.

Menanggapi polemik yang berkembang, Bryan akhirnya mengunggah video klarifikasi melalui akun media sosialnya. Ia mengakui telah melakukan kesalahan dan meminta maaf kepada usher yang bersangkutan serta masyarakat yang merasa terganggu oleh kontennya.

Dalam klarifikasinya, Bryan juga mengakui ucapannya mengenai biaya produksi merupakan kekeliruan. Ia menegaskan tidak memiliki niat merugikan siapa pun dan berjanji akan lebih berhati-hati dalam membuat maupun mengunggah konten di masa mendatang.

Kasus ini turut memicu diskusi mengenai batas etika kreator konten saat merekam orang lain di ruang publik. Sejumlah pihak menilai kebebasan membuat konten harus tetap diimbangi dengan penghormatan terhadap hak privasi dan persetujuan dari individu yang menjadi objek rekaman.

Di sisi lain, sejumlah tokoh publik turut menyoroti persoalan tersebut. Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, bahkan mendorong korban untuk menempuh jalur hukum apabila merasa haknya dilanggar. Menurutnya, penyebaran rekaman seseorang tanpa persetujuan untuk kepentingan tertentu dapat memiliki konsekuensi hukum sesuai peraturan yang berlaku.
Baca Juga
• Perseteruan Ruben Onsu-Sarwendah Berlanjut, Hak Asuh Anak Jadi Pembahasan
• Ruben Onsu Akui Hentikan Nafkah Selama 6 Bulan, Hubungannya dengan Sarwendah Kembali Jadi Sorotan
• Charlie Puth Resmi Menjadi Ayah, Sambut Kelahiran Putra Pertama
• Rumah Annisa Rahma Kebakaran di Bandung, Ini Kronologinya
• El Rumi dan Syifa Hadju Pilih Kurangi Aktivitas di Media Sosial Usai Menikah, Fokus Nikmati Rumah Ta
#bryanebem #giias2026 #viral #ushergiias #netizengeram #mediasosial #kontenviral #privasi #beritahib
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.