Cak Imin Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan, Target 5 Persen pada 2029

Bagikan
23 Oktober 2026 | Author :
Foto: Dok. Kemenko PM
Cak Imin menyebut pemerintah menggeser strategi pengentasan kemiskinan menuju pemberdayaan masyarakat dengan target kemiskinan maksimal 5 persen pada 2029.
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan pemerintah mulai menggeser pendekatan pengentasan kemiskinan dari bantuan sosial (bansos) menuju pemberdayaan masyarakat. Strategi ini diarahkan untuk mendorong masyarakat meningkatkan pendapatan dan mencapai kemandirian ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Cak Imin saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau, Kamis (22/10/2026).

Menurut Cak Imin, anggaran pemerintah perlu diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program kementerian dan lembaga. Dengan pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga memiliki kesempatan mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

Pemerintah turut mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Bidik Kemiskinan Maksimal 5 Persen

Cak Imin menyebut pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan nasional turun menjadi maksimal 5 persen pada 2029. Selain itu, pemerintah membidik penciptaan sedikitnya 10 juta pelaku UMKM hingga akhir periode tersebut.

Target ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif.

Namun, pencapaian target tersebut membutuhkan program yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan usaha baru, tetapi juga memastikan pelaku usaha memiliki akses terhadap modal, keterampilan, pendampingan, dan pasar.

Tanpa dukungan tersebut, masyarakat berisiko menghadapi kesulitan mempertahankan usaha dan meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.

Data Kemiskinan Jadi Perhatian

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin menyebut angka kemiskinan Indonesia turun dari sekitar 9 persen menjadi 8 persen selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Indonesia pada Maret 2026 tercatat sebesar 8,07 persen. Jumlah penduduk miskin pada periode tersebut mencapai 22,93 juta orang.

Angka tersebut menunjukkan bahwa penurunan persentase kemiskinan masih perlu diikuti upaya berkelanjutan untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat.

Pemerintah juga menghadapi tantangan dalam memastikan program pengentasan kemiskinan menjangkau kelompok yang tepat. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang digunakan sebagai rujukan dalam menentukan sasaran program.

Ketepatan data menjadi penting agar bantuan sosial dan program pemberdayaan dapat diberikan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pemberdayaan Perlu Berjalan Bersama Bansos

Perubahan pendekatan pengentasan kemiskinan tidak berarti bantuan sosial kehilangan fungsinya. Bagi masyarakat yang masih menghadapi kerentanan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, bansos tetap diperlukan sebagai bentuk perlindungan sosial.

Sementara itu, masyarakat yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha atau memasuki dunia kerja membutuhkan dukungan berbeda, seperti pelatihan keterampilan, akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan kesempatan kerja.

Tantangan pemerintah adalah memastikan kedua pendekatan tersebut berjalan beriringan. Pemberdayaan juga perlu disesuaikan dengan kondisi setiap daerah agar program yang dijalankan mampu menciptakan sumber pendapatan yang stabil.

Dengan target kemiskinan maksimal 5 persen pada 2029, efektivitas pelaksanaan program dan perkembangan kesejahteraan masyarakat akan menjadi tolok ukur penting untuk menilai keberhasilan strategi tersebut.
Baca Juga
• Resmi! Golkar, PKB & PAN Dukung Prabowo Subianto di Pilpres 2024
• Resmi Tersangka, SYL Menggunakan Uangk Korupsi Untuk Ini
• Pakar Ungkap Revisi UU TNI Diharap Fokus Modernisasi Alutsista
• Tegas! PDIP Tolak Pengesahan RUU Pilkada Dibawa ke Rapat Paripurna
• Soal Prabowo Gibran, Ini Kata Ridwan Kamil
#CakImin #Kemiskinan #Bansos #PemberdayaanMasyarakat #UMKM #EkonomiIndonesia
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.