Guru PPPK Paruh Waktu Batal Demo, Pemerintah Siapkan Pengangkatan ke Status Penuh
Bagikan
21 Agustus 2026 | Author :
Foto: Prof. Sufmi Dasco Ahmad/RMOL
Guru PPPK paruh waktu membatalkan rencana demo setelah pemerintah menyiapkan skema peningkatan status menjadi PPPK penuh waktu. Kebijakan ini masih disorot kelompok PPPK lainnya
BANJARBARU — Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sejumlah wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan, karena jarak pandang di beberapa titik dilaporkan menurun drastis.
Asap pekat dilaporkan terlihat di sejumlah kawasan, termasuk Landasan Ulin, Liang Anggang, Pengayuan, hingga wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut. Warga yang melintas di kawasan terdampak mengaku harus lebih berhati-hati karena pandangan tertutup kabut asap.
Berdasarkan laporan yang beredar di media sosial, kondisi asap pada Rabu, 19 Agustus 2026, bahkan disebut membuat jarak pandang di sejumlah titik sangat terbatas. Sejumlah warga juga mengeluhkan bau asap yang menyengat meski telah menggunakan masker.
Selain mengganggu lalu lintas, kabut asap juga memicu kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan. Salah satu laporan menyebut konsentrasi partikel PM2.5 di Banjarbaru mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik dan masuk kategori berbahaya. Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap, terutama kelompok rentan.
Situasi karhutla di Kalimantan Selatan juga mendapat perhatian pemerintah daerah dan instansi terkait. Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat langkah penanganan dampak sosial karhutla, termasuk dengan memfokuskan kesiapsiagaan personel di wilayah sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru.
Sebelumnya, upaya penanganan karhutla juga dilakukan di sejumlah kawasan rawan di Kalimantan Selatan. Pemerintah pusat dan daerah mendorong peningkatan mobilisasi sumber daya menyusul kondisi cuaca ekstrem dan kekeringan yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dampak kabut asap kini tidak hanya menjadi persoalan kualitas udara, tetapi juga berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan. Warga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak, menggunakan masker yang sesuai ketika harus beraktivitas di area terdampak, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara.
Pemerintah dan petugas penanggulangan bencana terus melakukan langkah pencegahan dan penanganan di sejumlah titik rawan karhutla. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang masih meningkatkan risiko meluasnya titik api di Kalimantan Selatan.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.