Kekeringan Landa Sejumlah Wilayah Jakarta, Pemprov DKI Kebut Distribusi Bantuan Air
Bagikan
16 September 2026 | Author :
Foto: Armada mobil tangki 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan Sumber : ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Kekeringan melanda sejumlah wilayah Jakarta akibat El Nino. Pemprov DKI kebut distribusi bantuan air bersih dan modifikasi cuaca.
JAKARTA – Sejumlah wilayah di DKI Jakarta mulai merasakan dampak kekeringan seiring musim kemarau yang berkepanjangan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan distribusi bantuan air bersih terus dilakukan bagi warga di kelurahan-kelurahan yang terdampak.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan pihaknya telah menerima sejumlah laporan kekeringan dari warga, baik melalui aplikasi JAKI maupun secara langsung. Ia memastikan setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti dengan penyaluran bantuan air ke wilayah yang membutuhkan.
Salah satu kawasan yang terpantau cukup parah terdampak adalah Meruya, Jakarta Barat, tempat satu pompa air yang biasanya melayani tiga hingga empat rumah kini mulai kesulitan memenuhi kebutuhan warga akibat pasokan yang menyusut. Selain Meruya, dampak kekeringan juga mulai dirasakan warga di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan, hingga Cilandak, di mana sejumlah sumur warga dilaporkan mulai mengering.
Pramono mengaitkan kondisi ini dengan fenomena El Nino yang membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih ekstrem. Ia berharap anomali cuaca tersebut tidak berlangsung lebih lama hingga melewati September 2026 agar dampak kekeringan tidak semakin meluas ke wilayah lain.
Dampak kekeringan bahkan sempat memicu insiden kebakaran lahan terbuka, seperti yang terjadi di lapangan sepak bola milik Markas Besar TNI Angkatan Udara. Menurut Pramono, kejadian tersebut menjadi bukti nyata betapa keringnya kondisi tanah dan udara di Jakarta saat ini.
Untuk mengatasi persoalan ini, Pemprov DKI bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyiagakan puluhan unit tangki air dari berbagai instansi untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan pasokan darurat. Selain itu, upaya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan juga terus dilakukan, meski hasilnya belum optimal karena kondisi atmosfer yang masih sangat kering.
Meski demikian, Pramono menegaskan bahwa secara umum ketersediaan air bersih di Jakarta masih dalam kondisi terkendali dan mencukupi kebutuhan warga. Ia meminta masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan, namun tetap segera melapor apabila mengalami kesulitan air agar bantuan bisa segera disalurkan.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.