Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Negara Yang Terhindar dari Pengenaan Tarif Trump

Bagikan
10 April 2025 | Author : Redaksi
Foto: IISD/ENB/Mike Muzurakis
Palau ialah salah satu dari segelintir negara yang terhindar dari tarif AS.
Pemerintahan Donald Trump menerapkan tarif impor yang lebih tinggi terhadap hampir 60 negara, yang dikenal sebagai tarif balasan. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran di banyak negara bahwa tarif tersebut dapat berdampak negatif pada ekonomi mereka. Namun, ada sejumlah negara yang terhindar dari tarif yang ditetapkan oleh Trump.

Tarif "balasan" ini merupakan reaksi terhadap bea masuk dan berbagai hambatan non-tarif yang dikenakan terhadap barang-barang asal AS. Namun, dalam sebuah postingan di media sosial, Trump menyatakan bahwa serangkaian tarif impor dari banyak negara mitra dagang AS akan ditangguhkan untuk sementara waktu, seharusnya berlaku pada 9 April 2025.

Trump menunjukkan bahwa ketidakstabilan di pasar keuangan setelah penerapan tarif tersebut turut memengaruhi keputusannya. Ia mengumumkan periode jeda selama 90 hari terhadap apa yang disebut sebagai tarif "balasan" untuk impor dari hampir 60 negara dan Uni Eropa.

Palau ialah salah satu dari segelintir negara yang terhindar dari tarif AS. Presiden Palau, Surangel Whipps Jr, di Sydney mengatakan bahwa ia tetap optimis bahwa pemerintahan Trump akan terus memberikan perhatian pada kawasan ini dan tidak akan menarik diri secara permanen.

Negara kecil di Kepulauan Pasifik ini, yang memiliki populasi sekitar 17.000, memiliki perjanjian asosiasi bebas dengan Amerika Serikat yang menawarkan bantuan ekonomi. Bantuan tersebut sebagai imbalan atas izin bagi militer AS untuk mengakses wilayahnya.

Negara ini juga mendapatkan dukungan dari USAID untuk proyek kabel bawah laut dan inisiatif perubahan iklim, sebelum sebagian besar staf Badan Pembangunan Internasional AS di seluruh dunia mengalami pemutusan kerja sementara. "Saya berharap ini hanya sebuah kemunduran, penilaian ulang, dan kemudian kami akan bangkit kembali lebih kuat," ungkap Surangel Whipps Jr di Sydney pada Kamis, 10 April 2025, mengenai pengurangan dana dari USAID.

Mengutip slogan Pemerintahan Reagan tentang perdamaian melalui kekuatan yang menurutnya "Trump juga suka", Whipps mengatakan dalam pidatonya di lembaga pemikir Lowy Institute bahwa prioritas Palau adalah memastikannya dipertahankan dengan benar.

Dalam masa jabatan pertamanya, Trump membawa tiga pemimpin Kepulauan Pasifik ke Gedung Putih untuk membahas masalah keamanan. "Yang Palau anggap penting adalah Amerika Serikat yang kuat yang mampu terus menjadi kuat, hal ini baik untuk Palau dan baik untuk planet ini," kata Whipps.

"Jalannya memang berliku-liku, memotong USAID dan kegiatan lainnya, tetapi saya ingin berpikir positif," tambahnya, mengutip Reuters.

Meskipun dua negara Pasifik lainnya, Kepulauan Marshall dan Negara Federasi Mikronesia, dikenakan tarif, Whipps mengatakan Palau tidak terlalu diperhatikan karena hanya memiliki sedikit ekspor.

Whipps menambahkan, negara-negara Kepulauan Pasifik menghadapi bahaya eksistensial akibat naiknya permukaan air laut dan memburuknya siklon. Penarikan diri Trump dari Perjanjian Paris mengenai target iklim, untuk kedua kalinya, akan memotivasi Palau dan negara Pasifik lainnya untuk menunjukkan bahwa perubahan iklim "bukan sekadar bencana alam lainnya, ini adalah tantangan nyata yang kita hadapi," katanya.

Palau mendukung upaya Australia untuk menjadi tuan rumah pertemuan puncak perubahan iklim COP31 bersama dengan negara-negara Kepulauan Pasifik, katanya, sembari juga mencatat Australia merupakan penyumbang utama emisi global karena ekspor bahan bakar fosilnya.

Negara-negara Kepulauan Pasifik perlu menunjukkan kepada publik Australia mengapa penting untuk menghentikan penggunaan batubara, katanya.
Baca Juga
• Kenal Prabowo Dari Prajurit Muda, Raja Abdullah II Yakin Indonesia Berperan Penting di Dunia
• 1000 Bayi Tewas akibat Serangan Israel di Gaza Sepanjang 2023
• AS Pantau Hubungan Rusia-Korut yang Semakin Dekat
• Banyak Tentara Israel Lakukan Aksi Bunuh Diri, Kenapa?
• Popularitas Meghan Markle menurun, Pangeran Harry mengajaknya berkompetisi
#Negara #Lolos #Pengenaan #Tarif #Trump #amerikaserikat
BERITA LAINNYA
Hiburan Sisi Gelap! Kenapa Groupies Rela Tidur dengan Sang Idola?
Luar Negeri Sama Dengan Qatar, Arab Saudi Umumkan Salat Idul Fitri Dilakukan Hari Ini
Kesehatan Gak Pede karena Bau Mulut? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Infotainment Viral Dengan konten Jilat Es Krim, Oklin Fia Kini Misterius
Politik Kaesang Siap Maju di Pilkada 2024, Pilih Jateng atau Jakarta
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.