Evakuasi Warga Gaza Ke Indonesia Harus Perhitungkan Dengan Matang

Bagikan
12 April 2025 | Author : Redaksi
Foto: nadolu Agency
Pemerintah perlu melakukan perencanaan yang cermat terkait rencana ini dengan mempertimbangkan segala dampak positif dan negatif.
Pengamat dari Universitas Gadjah Mada dalam bidang Hubungan Internasional, Siti Mutia, menegaskan bahwa rencana untuk mengevakuasi warga Gaza ke Indonesia sebaiknya bersifat sementara, bukan permanen.

“Israel sudah memiliki kontrol yang kuat atas Gaza, berkat dukungan dari Amerika tanpa memindahkan penduduk Gaza. Pemindahan warga Gaza harus jelas bertujuan untuk melakukan rekonstruksi Gaza, sehingga mereka dapat kembali ke tempat tinggal mereka, bukan untuk selamanya,” jelas Siti kepada Inilah.com pada hari Sabtu, 12 April 2025.

Ia menekankan bahwa pemerintah perlu melakukan perencanaan yang cermat terkait rencana ini dengan mempertimbangkan segala dampak positif dan negatif. Di samping itu, Siti juga berpendapat bahwa pemerintah Indonesia harus menjalankan koordinasi dengan UNWRA dan UNHCR.

Siti menjelaskan beberapa dampak positif yakni berkenaan dengan citra dan politik luar negeri Indonesia, yang akan lebih dikenal oleh negara lain, karena berpartisipasi dalam ajang kemanusiaan.

"Dampak negatif akan terjadi, jika tidak ada persiapan yang memadai untuk menerima pengungsi di antaranya data mengenai pengungsi usia, gender, kesehatan, latar belakang, jangan sampai disusupi yang bukan pengungsi. Lalu dimana akan ditampung?" tandasnya.
Baca Juga
• Heboh! Ini Perkiraan kesuksesan Serta Pendapatan Film The Nun 2 terungka
• Joe Biden Mundur dari Pilpres AS, Dukung Penuh Kamala Harris
• Warga di Tepi Barat Palestina Donasi 3.000 Kantong Darah untuk Gaza
• Indonesia Inisiasi Beasiswa Untuk Anak Palestina, Prabowo: Mereka Harus Terdidik
• MER-C Kecam Tindakan Bengis Israel, Desak Tindakan Nyata Dunia
#Evakuasi #Warga #Gaza #indonesia #international #genosida #israel
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.