Foto: Foto udara kendaraan menuju arah Jakarta memasuki gerbang tol di jalur Trans Jawa saat arus balik libur panjang. ANTARA FOTO / Aprillio Akbar
Pemerintah memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada 28–29 Maret dengan ratusan ribu kendaraan menuju Jakarta. Rekayasa lalu lintas seperti one way dan contraflow disiapkan.
JAKARTA – Pemerintah memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi pada 28–29 Maret 2026. Pada periode tersebut, ratusan ribu kendaraan diperkirakan bergerak menuju wilayah metropolitan seperti Jakarta dan sekitarnya setelah masyarakat selesai merayakan libur Idulfitri di kampung halaman.
Prediksi ini disampaikan sejumlah instansi terkait berdasarkan pemantauan volume kendaraan di jalur utama, khususnya ruas tol Trans Jawa dan jalur arteri yang menjadi akses utama menuju ibu kota. Pemerintah memperkirakan lonjakan kendaraan pada akhir pekan tersebut menjadi gelombang kedua arus balik setelah fase pertama terjadi pada 24 Maret 2026.
Volume Kendaraan Diperkirakan Sangat Tinggi
Data lalu lintas menunjukkan peningkatan kendaraan yang cukup signifikan selama periode arus balik Lebaran tahun ini. Pada puncak arus balik sebelumnya, jumlah kendaraan yang melintas bahkan mencapai lebih dari 250 ribu unit dalam satu hari di sejumlah ruas tol utama menuju Jakarta.
Sementara itu, aparat kepolisian menyebut sebagian besar kendaraan yang melakukan perjalanan mudik sudah mulai kembali ke wilayah Jabodetabek. Namun masih ada ratusan ribu kendaraan lainnya yang diperkirakan akan tiba secara bersamaan pada akhir pekan ini.
Lonjakan volume kendaraan tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas di berbagai titik rawan, seperti gerbang tol utama dan jalur penghubung antarprovinsi di Pulau Jawa.
Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan
Untuk mengantisipasi kemacetan, Korps Lalu Lintas Polri bersama instansi terkait menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan sistem one way, contraflow, hingga pengaturan buka-tutup jalur di beberapa ruas tol strategis.
Kebijakan ini diterapkan secara situasional, tergantung pada kondisi lalu lintas di lapangan dan jumlah kendaraan yang terpantau menuju Jakarta. Tujuannya adalah menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meminimalkan potensi kemacetan panjang.
Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas melalui pusat kendali transportasi untuk memonitor pergerakan kendaraan secara real-time.
Imbauan bagi Pemudik
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengimbau masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dengan baik guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik.
Pemudik juga disarankan memanfaatkan kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) yang sempat dianjurkan pemerintah agar perjalanan pulang tidak terkonsentrasi pada satu waktu saja.
Selain memilih waktu perjalanan yang lebih longgar, pemudik diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, beristirahat di rest area bila lelah, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Mobilitas Lebaran Tetap Tinggi
Tradisi mudik dan arus balik Lebaran di Indonesia setiap tahunnya memang selalu diikuti dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Tahun 2026 tidak terkecuali, dengan jutaan kendaraan tercatat melakukan perjalanan dari berbagai daerah menuju wilayah Jabodetabek.
Dengan berbagai langkah antisipasi yang telah disiapkan pemerintah dan aparat kepolisian, diharapkan puncak arus balik Lebaran tahun ini dapat berlangsung lebih lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.