Investasi Rp3.923 Triliun dalam Dua Tahun Prabowo, Seberapa Besar Dampaknya bagi Masyarakat?

Bagikan
30 Oktober 2026 | Author :
Foto: Rosan Roeslani melaporkan capaian investasi dalam Sidang Kabinet di Istana Merdeka. (ANTARA/HO-BPMI Setpres)
Investasi Indonesia mencapai Rp3.923,2 triliun selama dua tahun pemerintahan Prabowo. Bagaimana dampaknya terhadap tenaga kerja dan pemerataan ekonomi?
Jakarta – Realisasi investasi Indonesia selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp3.923,2 triliun. Nilai tersebut disertai penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Angka tersebut mencakup periode Oktober 2024 hingga September 2026. Dengan demikian, penghitungan tidak sepenuhnya mencakup dua tahun kalender, melainkan dimulai pada kuartal IV 2024, sepanjang 2025, hingga kuartal III 2026.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan capaian tersebut dalam laporan perkembangan investasi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, pada 19 Oktober 2026.

Dari total realisasi investasi tersebut, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen. Sementara itu, penanaman modal asing (PMA) tercatat sebesar Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.

Data tersebut memperlihatkan kontribusi investasi domestik dan asing yang relatif berimbang dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional.

Penyerapan Tenaga Kerja Perlu Dilihat dari Kualitasnya

Penyerapan hampir 5,49 juta tenaga kerja menjadi salah satu indikator yang disoroti pemerintah dalam laporan realisasi investasi.

Namun, jumlah tenaga kerja yang terserap belum sepenuhnya menggambarkan kondisi kesejahteraan pekerja. Aspek lain seperti besaran upah, status hubungan kerja, perlindungan tenaga kerja, serta keberlanjutan pekerjaan juga perlu menjadi perhatian.

Investasi yang masuk ke berbagai sektor ekonomi diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga memberikan kesempatan kerja yang layak bagi masyarakat.

Karena itu, dampak investasi terhadap perekonomian tidak cukup diukur berdasarkan nilai modal yang ditanamkan maupun jumlah tenaga kerja yang tercatat terserap. Kualitas pekerjaan dan peningkatan pendapatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menilai manfaatnyaa.

Investasi di Luar Jawa Mencapai 51,8 Persen

Dari sisi persebaran wilayah, investasi di luar Pulau Jawa tercatat mencapai Rp2.031 triliun atau 51,8 persen dari total realisasi. Sementara itu, investasi di Pulau Jawa mencapai Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa nilai investasi di luar Jawa sedikit lebih besar dibandingkan Jawa.

Meski demikian, pemerataan investasi masih perlu dilihat berdasarkan dampaknya terhadap perekonomian daerah. Besarnya nilai penanaman modal belum tentu secara langsung mencerminkan pemerataan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan, maupun penguatan usaha masyarakat setempat.

Ketersediaan infrastruktur, akses pendidikan dan keterampilan tenaga kerja, serta keterlibatan pelaku usaha lokal turut menentukan sejauh mana investasi memberikan manfaat bagi daerah penerima.

Target Investasi hingga 2029 Capai Rp13.032 Triliun

Pemerintah juga menetapkan kebutuhan investasi nasional sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2025–2029. Kebutuhan tersebut diarahkan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada 2029.

Realisasi investasi Rp3.923,2 triliun selama periode Oktober 2024 hingga September 2026 setara dengan sekitar 30,1 persen dari kebutuhan investasi tersebut.

Salah satu sektor yang terus didorong pemerintah adalah hilirisasi. Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas melalui pengolahan di dalam negeri sebelum dipasarkan.

Namun, pengembangan investasi dan hilirisasi juga perlu memperhatikan dampak lingkungan, kepentingan masyarakat sekitar, serta keterlibatan tenaga kerja lokal.

Pada akhirnya, besarnya realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo menjadi salah satu gambaran aktivitas ekonomi nasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan modal yang masuk tidak hanya tercatat sebagai pertumbuhan angka investasi, tetapi juga berkontribusi terhadap penciptaan pekerjaan berkualitas, pemerataan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga
• Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.577 per Dolar AS, Pasar Tunggu Data Inflasi AS
• Harga Emas Antam Hari Ini 2 September 2026 Turun Rp40.000, Cek Daftar Lengkapnya
• Daftar Suku Bunga Deposito Bank BUMN Agustus 2026, Simak Perbandingan BRI, BNI, Mandiri, dan BTN
• Harga Pertamax dan BBM Nonsubsidi Resmi Turun Mulai 1 Agustus 2026, Simak Daftar Terbarunya
• Konser Kanye West Hasilkan Dampak Ekonomi Rp450 Miliar bagi Jakarta
#investasi #prabowo #ekonomiindonesia #lapangankerja #pemerataanekonomi #hilirisasi
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.