Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Menag: Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Peradaban Islam Dunia

Bagikan
25 April 2026 | Author :
Foto: Nasaruddin Umar menghadiri perayaan Sangha Agung Indonesia bersama para biksu di Jakarta. (Sumber foto: Detik.com)
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyebut Indonesia berpeluang menjadi pusat peradaban Islam dunia dengan modal stabilitas dan Islam moderat.
JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan Indonesia memiliki peluang untuk menjadi pusat peradaban Islam dunia. Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (IKA PTKIN) di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Menurut Nasaruddin, situasi global saat ini membuka ruang bagi munculnya pusat-pusat baru peradaban Islam. Ia menilai Indonesia memiliki sejumlah faktor pendukung, termasuk stabilitas sosial dan politik yang relatif terjaga dibandingkan sejumlah kawasan lain.

“Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk mempersiapkan Indonesia sebagai episentrum peradaban Islam dunia,” kata Nasaruddin dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, sejarah menunjukkan bahwa peradaban besar cenderung berkembang dalam kondisi damai. Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai memiliki keunggulan karena mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan stabilitas nasional.

Selain itu, karakter Islam Indonesia yang dikenal moderat turut disebut sebagai kekuatan utama. Pendekatan keagamaan yang inklusif dan tidak konfrontatif dinilai dapat menjadi model bagi negara lain yang menghadapi tantangan konflik berbasis identitas.

Dalam forum tersebut, Nasaruddin juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi keagamaan dalam membangun fondasi peradaban. Ia mendorong sinergi antara akademisi, alumni, dan pemerintah untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam pemikiran Islam di tingkat global.

Rencana penguatan peran Indonesia itu, antara lain, akan didukung melalui agenda internasional yang melibatkan komunitas Islam global. Salah satu inisiatif yang disinggung adalah penyelenggaraan forum berskala internasional yang mengangkat kontribusi Islam Indonesia terhadap peradaban dunia.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai peluang tersebut perlu diiringi dengan langkah konkret. Penguatan kualitas pendidikan, konsistensi dalam menjaga moderasi beragama, serta kemampuan menjawab isu global seperti intoleransi dan ketimpangan sosial menjadi faktor penentu.

Di sisi lain, posisi Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia kerap disebut sebagai modal demografis. Namun, para analis menilai keunggulan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kontribusi nyata dalam ilmu pengetahuan.

Kementerian Agama sebagai lembaga yang membidangi urusan keagamaan memiliki peran strategis dalam mendorong visi tersebut. Kebijakan yang inklusif dan berbasis moderasi dinilai menjadi kunci dalam menjaga relevansi Indonesia di tengah dinamika global.

Pernyataan Menteri Agama ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan internasional, khususnya dalam konteks dunia Islam. Namun, realisasi gagasan tersebut akan sangat bergantung pada implementasi kebijakan serta konsistensi dalam menjaga nilai-nilai toleransi di dalam negeri.
Baca Juga
• Reshuffle Kabinet Kian Dekat, Prabowo Dinilai Akan Evaluasi Airlangga, Raja Juli, dan Pigai
• Kunjungi Pembangunan Masjid di PIK, Menag: Pastikan Kesiapan Salat Idul Adha
• KPK Panggil Satori dan Heri Gunawan dalam Kasus CSR BI, Belum Ditahan
• Anwar Ibrahim Kunjungi Jakarta, Bahas Geopolitik dan Kerja Sama RI–Malaysia
• Pemerintah Diminta Atasi Kemiskinan dengan Produktifitas Tak Hanya Sekedar Bansos
#MenteriAgama #NasaruddinUmar #PeradabanIslam #IslamModerat #PolitikIndonesia #BeritaNasional
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.