Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih Disorot, Wamenkop Tegaskan Tak Ada Jalur Titipan
Bagikan
12 Mei 2026 | Author :
Foto: Wamenkop Farida Farichah meninjau tes CAT Manajer Kopdes Merah Putih di Lampung. (ANTARA FOTO/Ardiansyah)/ANTARA
Wamenkop Farida Farichah menegaskan seleksi manajer Kopdes Merah Putih dilakukan transparan tanpa jalur orang dalam maupun titipan politik. Pemerintah memastikan rekrutmen berbasis kompetensi.
Pemerintah menegaskan proses seleksi manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dilakukan secara transparan dan bebas dari praktik titipan maupun jalur orang dalam. Penegasan tersebut disampaikan menyusul munculnya isu dugaan intervensi politik dan permainan dalam proses rekrutmen manajer koperasi yang kini tengah berlangsung di berbagai daerah.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan seleksi dilakukan berbasis kompetensi dan kemampuan peserta. Pemerintah, kata dia, tidak memberikan ruang bagi praktik titipan dari pihak mana pun, termasuk kelompok politik maupun relasi internal.
“Tidak ada jalur orang dalam. Semua peserta mengikuti proses yang sama sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan,” ujar Farida dalam keterangannya.
Program Kopdes Merah Putih sendiri menjadi salah satu proyek strategis pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan koperasi modern. Karena skala program yang besar, rekrutmen manajer koperasi pun menjadi perhatian publik.
Belakangan, media sosial ramai membahas dugaan adanya peserta tertentu yang disebut mendapat perlakuan khusus dalam proses seleksi. Sejumlah unggahan bahkan menyinggung kemungkinan adanya titipan kader partai politik maupun kedekatan dengan pejabat tertentu agar bisa lolos menjadi manajer Kopdes.
Menanggapi isu tersebut, Kementerian Koperasi memastikan seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan menggunakan sistem berbasis Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini disebut dirancang untuk meminimalkan intervensi manusia dan menjaga objektivitas hasil seleksi.
Farida menegaskan pemerintah ingin memastikan posisi manajer Kopdes diisi oleh individu yang benar-benar memiliki kemampuan manajerial, pemahaman koperasi, serta kapasitas dalam mengembangkan ekonomi desa.
“Yang dicari adalah orang-orang profesional dan siap bekerja untuk masyarakat desa, bukan karena kedekatan tertentu,” katanya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap isu maupun informasi yang belum terverifikasi terkait proses seleksi. Pemerintah, lanjutnya, membuka ruang pengawasan publik agar proses rekrutmen berjalan bersih dan akuntabel.
Program Kopdes Merah Putih diketahui menargetkan pembentukan dan penguatan koperasi desa di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran manajer koperasi dianggap menjadi posisi penting karena akan berperan dalam pengelolaan usaha, pemberdayaan anggota, hingga pengembangan ekonomi lokal.
Di sisi lain, isu dugaan titipan politik dalam rekrutmen manajer Kopdes juga mendapat sorotan dari sejumlah anggota DPR. Beberapa legislator meminta proses seleksi dilakukan transparan dan bebas kepentingan politik agar tujuan utama program tetap terjaga.
Pengamat koperasi menilai pemerintah perlu menjaga kredibilitas proses rekrutmen karena Kopdes Merah Putih merupakan program yang menyangkut kepercayaan masyarakat desa. Seleksi yang dianggap tidak adil dikhawatirkan dapat memunculkan polemik dan menurunkan kepercayaan publik terhadap program tersebut.
Hingga saat ini, proses seleksi manajer Kopdes Merah Putih masih berlangsung di sejumlah daerah. Pemerintah memastikan pengumuman hasil seleksi dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan nilai yang diperoleh peserta selama tahapan tes berlangsung.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.