Rupiah Menguat ke Rp17.974 per Dolar AS, Ditopang Sentimen Global dan Data Ekonomi RI
Bagikan
05 Agustus 2026 | Author :
Foto: Dok. petugas menghitung uang rupiah di money changer/Indonesian Banknote
Rupiah menguat ke level Rp17.974 per dolar AS pada perdagangan 5 Agustus 2026. Penguatan dipicu pelemahan dolar AS dan sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi Indonesia.
JAKARTA – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Mata uang Garuda tercatat naik ke level Rp17.974 per dolar AS, didorong kombinasi sentimen positif dari pasar global dan optimisme terhadap kondisi perekonomian Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan valuta asing, rupiah menguat sekitar 53 poin atau 0,29 persen dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan tersebut terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan pasar. Kondisi itu memicu ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve, berpotensi melanjutkan kebijakan pelonggaran suku bunga dalam beberapa waktu ke depan.
Selain faktor eksternal, penguatan rupiah juga didukung oleh sentimen positif dari dalam negeri. Pelaku pasar menyambut baik rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencatatkan kinerja lebih baik dibandingkan ekspektasi analis.
Pertumbuhan ekonomi yang tetap solid dinilai mencerminkan daya tahan konsumsi domestik dan aktivitas investasi yang masih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia sehingga mendorong aliran modal ke pasar keuangan domestik.
Analis menilai kombinasi pelemahan dolar AS dan membaiknya fundamental ekonomi nasional menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah pada perdagangan hari ini. Di sisi lain, pasar juga terus mencermati perkembangan kebijakan moneter global, termasuk arah suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan akan memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang.
Hingga akhir perdagangan, rupiah bahkan dilaporkan mampu memperkuat posisinya ke kisaran Rp17.933 per dolar AS, mencerminkan respons positif pasar terhadap data ekonomi Indonesia yang dirilis pemerintah.
Meski demikian, pelaku pasar diingatkan untuk tetap mewaspadai sejumlah faktor eksternal yang masih berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar. Di antaranya perkembangan inflasi di Amerika Serikat, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, serta dinamika geopolitik yang dapat memicu perubahan sentimen investor secara cepat.
Bank Indonesia sebelumnya menegaskan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen kebijakan moneter dan langkah stabilisasi di pasar keuangan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung.
Dengan penguatan yang terjadi pada awal perdagangan hari ini, rupiah menunjukkan ketahanan di tengah dinamika pasar internasional. Ke depan, arah pergerakan mata uang domestik diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh kombinasi faktor global dan fundamental ekonomi Indonesia yang terus menjadi perhatian investor.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.