Rupiah Menguat ke Rp17.798 per Dolar AS pada HUT ke-81 RI
Bagikan
17 Agustus 2026 | Author :
Foto: Petugas money changer menunjukkan rupiah dan dolar AS di Jakarta/suara.com/alfian winanto
Rupiah menguat 0,16 persen ke level Rp17.798 per dolar AS pada perdagangan 17 Agustus 2026, seiring tekanan terhadap dolar AS
Jakarta – Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (17/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.798 per dolar AS, naik 29 poin atau sekitar 0,16 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di Rp17.866 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pergerakan positif mata uang Garuda tersebut turut menjadi perhatian di tengah dinamika pasar keuangan global dan perkembangan ekonomi Amerika Serikat.
Dolar AS Mengalami Tekanan
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan penguatan rupiah salah satunya dipengaruhi pelemahan data ekonomi Amerika Serikat. Kondisi tersebut membuat indeks dolar AS mengalami tekanan dan berada pada level terendah dalam sekitar 11 pekan.
Pelemahan dolar memberikan ruang bagi sejumlah mata uang negara lain untuk bergerak menguat. Kondisi tersebut juga terlihat pada perdagangan mata uang di kawasan Asia.
Menurut Lukman, sentimen dari Amerika Serikat menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pergerakan rupiah pada perdagangan hari ini. Investor terus mencermati perkembangan data ekonomi AS sebagai salah satu indikator untuk memperkirakan arah kebijakan moneter negara tersebut.
Mayoritas Mata Uang Asia Menguat
Penguatan tidak hanya terjadi pada rupiah. Sejumlah mata uang Asia juga mencatatkan kinerja positif terhadap dolar AS pada perdagangan Senin.
Dolar Taiwan menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbesar, yakni sekitar 0,61 persen. Ringgit Malaysia juga menguat 0,61 persen, sementara baht Thailand naik 0,55 persen.
Won Korea Selatan turut mengalami apresiasi sekitar 0,28 persen. Yen Jepang menguat 0,23 persen, sedangkan dolar Singapura naik 0,22 persen dan yuan China menguat 0,08 persen. Dolar Hong Kong juga mencatat penguatan tipis sekitar 0,03 persen.
Di sisi lain, tidak seluruh mata uang Asia bergerak positif. Rupee India tercatat melemah 0,19 persen dan menjadi salah satu mata uang dengan penurunan terdalam di kawasan. Peso Filipina juga berakhir melemah tipis sekitar 0,05 persen.
Rupiah Masih Jadi Perhatian Pasar
Pergerakan rupiah di level Rp17.798 per dolar AS menjadi perhatian pelaku pasar karena nilai tukar merupakan salah satu indikator penting kondisi perekonomian. Perubahan kurs dapat berdampak terhadap berbagai aktivitas ekonomi, terutama perdagangan internasional dan biaya barang yang bergantung pada komponen impor.
Penguatan rupiah juga memberikan sentimen positif bagi pasar domestik. Meski demikian, arah pergerakan selanjutnya tetap akan dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun perkembangan ekonomi global.
Pelaku pasar akan terus mencermati data ekonomi Amerika Serikat, pergerakan indeks dolar, serta kebijakan bank sentral yang dapat memengaruhi arus modal dan nilai tukar mata uang negara berkembang.
Dengan penutupan di level Rp17.798 per dolar AS, rupiah mengakhiri perdagangan HUT ke-81 RI dengan penguatan 0,16 persen. Pergerakan tersebut menunjukkan mata uang Garuda mampu memanfaatkan tekanan terhadap dolar AS dan tren positif mayoritas mata uang Asia pada perdagangan awal pekan.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.