Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Jakarta Timur, Diduga Keracunan Gas Saat Lakukan Perawatan

Bagikan
15 Juli 2026 | Author :
Foto: Kecelakaan kerja terjadi di gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jaktim. Tiga pekerja tewas dan telah dievakuasi. (dok Damkar DKI)
Tiga pekerja tewas di dalam gorong-gorong di Cipayung, Jakarta Timur, diduga akibat keracunan gas saat melakukan perawatan saluran. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden.
JAKARTA – Tiga pekerja dilaporkan meninggal dunia saat melakukan pekerjaan perawatan di dalam gorong-gorong kawasan Jalan Pintu 3 Keong Mas, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur. Korban diduga kehilangan kesadaran akibat menghirup gas beracun yang berada di dalam saluran tersebut sebelum akhirnya meninggal dunia. Peristiwa ini kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Insiden terjadi pada Rabu (9/7/2026) pagi ketika para pekerja melakukan pemeriksaan dan perawatan pada saluran gorong-gorong. Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah seorang pekerja lebih dahulu turun ke dalam saluran untuk mengecek kondisi sumur bor. Namun, beberapa saat kemudian korban tidak memberikan respons dan diduga kehilangan kesadaran.

Melihat rekannya tak kunjung keluar, dua pekerja lainnya berinisiatif turun ke dalam gorong-gorong untuk memberikan pertolongan. Nahas, keduanya justru mengalami kondisi serupa hingga akhirnya ketiga pekerja ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.49 WIB. Sebanyak 12 personel penyelamat diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi terhadap para korban yang berada di dalam saluran sempit tersebut.

Proses evakuasi berlangsung dengan menggunakan peralatan penyelamatan khusus mengingat kondisi gorong-gorong yang minim oksigen dan diduga mengandung gas berbahaya. Setelah berhasil dievakuasi, ketiga korban dinyatakan meninggal dunia.

Berdasarkan dugaan awal, para pekerja mengalami keracunan gas yang berada di dalam gorong-gorong. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian serta instansi terkait.

Polisi telah memasang garis polisi di lokasi kejadian yang berada di dekat Halte TransJakarta Pintu 3 TMII untuk memudahkan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Aparat juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta memeriksa prosedur keselamatan kerja yang diterapkan saat aktivitas berlangsung.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah terungkap bahwa dua korban terakhir turun ke dalam gorong-gorong dengan tujuan menyelamatkan rekan mereka yang lebih dulu pingsan. Upaya penyelamatan spontan itu justru berujung pada jatuhnya korban jiwa secara beruntun.

Dalam perkembangan penyelidikan, diketahui salah satu korban merupakan warga negara asing (WNA) yang ikut terlibat dalam pekerjaan tersebut. Identitas seluruh korban telah diserahkan kepada pihak keluarga, sementara aparat masih mendalami kemungkinan adanya kelalaian dalam penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penerapan prosedur keselamatan kerja, khususnya saat melakukan aktivitas di ruang terbatas (confined space) seperti gorong-gorong, sumur, maupun saluran bawah tanah yang berpotensi mengandung gas beracun dan kekurangan oksigen. Aparat memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang merenggut tiga nyawa tersebut.
Baca Juga
• Polisi Berlakukan Sistem 'One Way' Lebih Awal di Jalur Puncak ke Jakarta
• Demo "Menuju Indonesia Bangkrut" Warnai Jakarta, Mahasiswa Soroti BBM hingga Program Pemer
• Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Apa yang Sedang Terjadi?
• BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia
• Kapan Lebaran 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1447 H
#JakartaTimur #Cipayung #GorongGorong #KecelakaanKerja #KeracunanGas #Gulkarmat #Polisi #Keselamatan
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.