Kebakaran Padam, Wisata Gunung Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung
Bagikan
20 Agustus 2026 | Author :
Foto: Gunung Bromo/Ilustrasi
Wisata Gunung Bromo kembali dibuka pada 20 Agustus 2026 setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan.
MALANG – Kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka untuk kunjungan wisatawan mulai Kamis, 20 Agustus 2026, setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil dipadamkan.
Pembukaan kembali kawasan tersebut dilakukan setelah petugas menyelesaikan proses penanganan kebakaran yang berlangsung selama sekitar 13 hari. Sebelum dibuka, tim gabungan terlebih dahulu melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran, dan pemantauan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan keputusan membuka kembali kawasan wisata Bromo diambil berdasarkan hasil evaluasi kondisi kawasan dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan dan petugas.
Pembukaan kembali tersebut mulai berlaku pada Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 00.01 WIB. Keputusan itu juga tertuang dalam Surat Pengumuman Nomor PG.19/T.8/TU/HMS.01.07/B/08/2026 yang diterbitkan pada 19 Agustus 2026.
Sebelumnya, seluruh akses masuk menuju kawasan wisata Bromo sempat ditutup akibat meningkatnya kebakaran hutan dan lahan. Penutupan mencakup pintu masuk Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Meski kembali dibuka, pengelola tetap mengingatkan wisatawan agar mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama berada di kawasan TNBTS. Pengunjung diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuat perapian atau api unggun serta membuang puntung rokok dan benda lain yang dapat menjadi sumber api.
Wisatawan juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, atau tanda-tanda kebakaran di kawasan Bromo. Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar peristiwa kebakaran tidak kembali terjadi.
Sementara itu, kuota kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo tetap diberlakukan sebanyak 2.752 orang per hari. Pemesanan tiket kunjungan kembali dibuka melalui sistem resmi yang telah disediakan pengelola TNBTS.
Kebakaran yang melanda kawasan TNBTS sebelumnya ditangani melalui operasi terpadu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan, petugas TNBTS, Manggala Agni, BNPB, BPBD, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, hingga masyarakat dan pelaku jasa wisata.
Setelah api berhasil dipadamkan, pembukaan kembali kawasan Bromo menjadi kabar baik bagi wisatawan dan masyarakat yang menggantungkan aktivitas ekonomi dari sektor pariwisata di sekitar kawasan tersebut. Namun, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian Bromo serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kemudian hari.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.