Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Tekanan Global Picu Kekhawatiran Ekonomi

Bagikan
09 Maret 2026 | Author : Redaksi
Foto: Ilustrasi perbandingan dolar AS dan rupiah yang menggambarkan pergerakan nilai tukar di pasar valuta asing.
Nilai tukar rupiah menembus Rp17.000 per dolar AS di tengah tekanan global dan lonjakan harga minyak dunia. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan menembus level psikologis Rp17.000 per dolar AS pada perdagangan awal pekan. Kondisi ini memicu perhatian pelaku pasar dan ekonom karena berpotensi memberi dampak pada berbagai sektor ekonomi nasional.

Berdasarkan data perdagangan pasar valuta asing pada Senin (9/3/2026), rupiah sempat melemah hingga sekitar Rp17.019 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan di pasar keuangan global serta penguatan mata uang dolar AS.

Para analis menilai pelemahan rupiah dipicu oleh sejumlah faktor eksternal, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak dunia yang membuat investor global lebih memilih aset berdenominasi dolar. Kondisi tersebut meningkatkan sentimen “risk-off” di pasar keuangan global.

Selain faktor global, kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan sentimen pasar juga turut memberi tekanan pada nilai tukar rupiah. Sejumlah lembaga pemeringkat internasional bahkan menyoroti risiko ekonomi Indonesia, yang turut memengaruhi persepsi investor terhadap pasar domestik.

Pelemahan rupiah hingga menembus Rp17.000 juga berpotensi berdampak pada perekonomian dalam negeri. Ketika nilai tukar rupiah melemah, harga barang impor cenderung meningkat sehingga dapat mendorong inflasi. Kenaikan harga bahan baku impor juga dapat membuat biaya produksi industri meningkat.

Para ekonom mengingatkan bahwa jika pelemahan rupiah berlangsung dalam waktu lama, daya beli masyarakat bisa ikut tertekan karena harga barang dan jasa berpotensi naik. Sektor industri yang bergantung pada bahan baku impor dinilai paling rentan terkena dampak.

Meski demikian, pemerintah dan otoritas keuangan terus memantau perkembangan pasar serta menyiapkan langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi. Bank Indonesia juga diharapkan mengambil kebijakan yang diperlukan guna menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.
Baca Juga
• Hery Gunardi Optimis Tarif Trump tak Bakal Berdampak Signifikan terhadap Bisnis BRI
• Segini Gaji Fresh Graduate di PwC, Perusahaan Akuntansi Terbesar di Dunia
• Dana Rp8,2 Miliar Milik 5 Nasabah Bank Sinarmas Raib, DPR Minta OJK Tegas
• Sri Prakash Lohia, Bos Indorama: Menguak Kerajaan Bisnis dari Purwakarta ke Puncak Dunia Industri
• Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Tekanan Global Picu Kekhawatiran Ekonomi
#Rupiah #DolarAS #NilaiTukar #EkonomiIndonesia #BeritaEkonomi #Rupiah17000 #KursRupiah #trum #dollar
BERITA LAINNYA
Politik Pidato Megawati Soal Duet Prabowo-Ganjar : Tak Akan Terjadi
Keuangan IHSG Anjlok, Efek Isu Mundurnya Sri Mulyani?
Hukum & Kriminal Geledah Rumah Tersangka Korupsi Sritex, Kejaksaan Sita 15 Barang Bukti
Infotainment Sang Anak Terlibat Kasus Bullying, Vincent Rompies Angkat Bicara
Politik KPK Masih Dalami Dokumen Hasil Penggeledahan Rumah Ridwan Kamil, Segera Jadwalkan Pemanggilan
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.