Massa Demo di Dukuh Atas Tertahan Barikade, Bentangkan Spanduk Hutan Bukan Milik Oligarki
Bagikan
28 Oktober 2026 | Author :
Foto: Mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar demonstrasi di kawasan Bundaran HI (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Massa demonstrasi di Dukuh Atas tertahan barikade TNI-Polri pada Hari Sumpah Pemuda. Mahasiswa membentangkan spanduk kritik soal karhutla dan tata kelola hutan.
JAKARTA — Sejumlah demonstran tertahan barikade aparat gabungan TNI dan Polri di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, saat menggelar aksi pada Rabu (28/10/2026). Dalam demonstrasi yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda tersebut, massa membentangkan spanduk bertuliskan “Hutan Bukan Milik Oligarki”.
Aksi itu menjadi bentuk kritik terhadap pengelolaan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan laporan media mengenai situasi di lokasi, demonstran berupaya bergerak menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), tetapi akses mereka terhalang barikade aparat di sekitar Gedung UOB.
Spanduk yang dibentangkan massa juga memuat seruan agar lingkungan dilindungi dan pihak yang terbukti merusak hutan ditindak sesuai hukum.
Karhutla Menjadi Sorotan Demonstran
Penanganan karhutla menjadi salah satu isu utama yang disuarakan dalam demonstrasi tersebut. Massa mendesak pemerintah memperkuat upaya pencegahan kebakaran, memperbaiki tata kelola lahan, serta menindak perusahaan yang terbukti bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan.
Isu ini berkaitan dengan dampak kebakaran hutan terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan keberlanjutan ekosistem. Penanganan karhutla juga membutuhkan pengawasan kawasan rawan kebakaran serta penegakan hukum yang konsisten.
Selain persoalan lingkungan, demonstran menyampaikan kritik terhadap penggunaan anggaran negara dan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai perlu dievaluasi.
Mahasiswa Sampaikan Sejumlah Tuntutan
Dalam aksi Hari Sumpah Pemuda, mahasiswa dan elemen masyarakat turut mengangkat persoalan biaya pendidikan, lapangan kerja, pemberantasan korupsi, serta perlindungan hak asasi manusia (HAM).
Massa juga menyoroti pentingnya menjaga kebebasan berpendapat dan memastikan penegakan hukum berjalan tanpa penyalahgunaan kekuasaan.
Beragam tuntutan tersebut menunjukkan bahwa demonstrasi tidak hanya berfokus pada isu lingkungan, tetapi juga mencakup persoalan sosial, ekonomi, dan demokrasi.
Pengamanan Dilakukan di Sekitar Dukuh Atas
Aparat gabungan berjaga di sejumlah titik menuju Bundaran HI untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Keberadaan barikade membuat pergerakan massa di sekitar Gedung UOB menjadi terbatas.
Aksi tersebut berlangsung di tengah rangkaian demonstrasi dan kegiatan penyampaian aspirasi yang digelar di Jakarta pada peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Demonstrasi ini kembali menyoroti tuntutan masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan warga, serta perlindungan kebebasan sipil.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.