Foto: Ribuan demonstran membawa poster dan bendera saat mengikuti aksi protes “No Kings” yang menentang kebijakan pemerintah di Philadelphia, Amerika Serika
Ribuan warga di Amerika Serikat menggelar aksi demonstrasi “No Kings” pada 28 Maret 2026. Protes ini menyoroti isu demokrasi dan kebijakan pemerintah.
Ribuan warga di berbagai kota di Amerika Serikat turun ke jalan dalam aksi demonstrasi bertajuk No Kings Protest yang digelar pada Sabtu, 28 Maret 2026. Aksi ini menjadi salah satu mobilisasi protes nasional yang menyoroti kebijakan pemerintah serta isu demokrasi di negara tersebut.
Para demonstran berkumpul di sejumlah kota besar untuk menyuarakan kritik terhadap arah kebijakan politik pemerintahan Presiden Donald Trump. Melalui aksi ini, mereka menegaskan pentingnya menjaga sistem demokrasi dan menolak bentuk kekuasaan yang dianggap terlalu dominan.
Demonstrasi Digelar di Banyak Kota
Sejumlah laporan media internasional menyebutkan bahwa aksi protes “No Kings” berlangsung di ratusan kota di seluruh Amerika Serikat.
Beberapa kota yang menjadi lokasi demonstrasi antara lain:
- New York City
- Chicago
- Washington, D.C.
- St. Paul
Kota St. Paul di negara bagian Minnesota disebut menjadi salah satu titik utama demonstrasi dengan jumlah peserta yang cukup besar.
Para peserta aksi membawa berbagai poster dan spanduk bertuliskan slogan “No Kings”, sebagai simbol penolakan terhadap kekuasaan yang dianggap terlalu terpusat pada pemerintah.
Dipicu Isu Demokrasi dan Kebijakan Pemerintah
Gerakan ini muncul dari kekhawatiran sejumlah kelompok masyarakat terhadap sejumlah kebijakan pemerintah federal, termasuk isu imigrasi dan kebebasan sipil.
Sebagian demonstran menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi prinsip demokrasi yang selama ini menjadi dasar sistem politik Amerika Serikat.
Sementara itu, pihak penyelenggara menegaskan bahwa aksi dilakukan secara damai sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik.
Simbol Demokrasi Tanpa “Raja”
Nama “No Kings” sendiri memiliki makna simbolis. Slogan tersebut merujuk pada prinsip dasar demokrasi Amerika yang menolak sistem monarki atau kekuasaan absolut.
Dengan slogan itu, para pengunjuk rasa ingin menegaskan bahwa kekuasaan pemerintah harus tetap berada di bawah kontrol rakyat dan konstitusi.
Para pengamat politik menilai gelombang demonstrasi ini menunjukkan meningkatnya partisipasi politik masyarakat di tengah dinamika politik yang semakin intens menjelang berbagai agenda politik nasional di Amerika Serikat.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.