Israel Cegat Armada Kemanusiaan Global Sumud, Puluhan Kapal Bantuan Gaza Dihentikan di Laut Mediterania
Bagikan
19 Mei 2026 | Author :
Foto: Armada Kapal Global Sumud Flotilla (Foto: AFP/ELEFTHERIOS ELIS MITZA)
Israel mencegat puluhan kapal bantuan Global Sumud Flotilla menuju Gaza di Laut Mediterania. Aksi tersebut memicu kecaman internasional dan sorotan soal krisis kemanusiaan Palestina.
Ketegangan di Laut Mediterania kembali memanas setelah militer Israel mencegat puluhan kapal bantuan kemanusiaan yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza. Aksi tersebut memicu kecaman dari berbagai negara karena armada sipil itu disebut tengah membawa bantuan untuk warga Palestina di tengah krisis kemanusiaan yang belum mereda.
Berdasarkan laporan Reuters, sedikitnya 39 kapal dari total 54 kapal flotilla dicegat oleh pasukan Israel saat berlayar di perairan internasional pada Minggu (18/5/2026) waktu setempat. Armada tersebut diketahui membawa ratusan aktivis dan relawan dari puluhan negara.
Penyelenggara Global Sumud Flotilla menyebut kapal-kapal mereka sedang menjalankan misi damai untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza. Dalam rekaman siaran langsung yang beredar di media sosial, tampak kapal militer Israel mendekati armada sebelum proses intersepsi dilakukan.
Reuters melaporkan sejumlah peserta flotilla berasal dari Turki, Spanyol, Italia hingga negara-negara Asia Tenggara. Total ada lebih dari 400 orang yang ikut dalam pelayaran tersebut.
Pemerintah Israel menegaskan pihaknya tidak akan mengizinkan adanya pelanggaran terhadap blokade laut Gaza yang telah diberlakukan selama bertahun-tahun. Kementerian Luar Negeri Israel menyebut operasi tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan wilayahnya.
Di sisi lain, Turki mengecam tindakan Israel dan menyebut pencegatan kapal bantuan itu sebagai bentuk “pembajakan” di laut internasional. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bahkan meminta komunitas internasional mengambil langkah tegas atas tindakan tersebut.
Associated Press melaporkan beberapa aktivis di atas kapal sempat mengenakan pelampung dan mengangkat tangan ketika pasukan Israel mulai naik ke kapal mereka. Siaran langsung dari sejumlah kapal juga terputus sesaat setelah proses boarding dilakukan.
Global Sumud Flotilla sendiri merupakan gerakan sipil internasional yang dibentuk untuk menembus blokade Gaza sekaligus membawa bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina. Ini bukan kali pertama misi mereka dicegat Israel. Sebelumnya, armada serupa juga sempat dihentikan pada April 2026 di dekat wilayah Yunani.
Organisasi kemanusiaan internasional terus menyoroti kondisi Gaza yang disebut masih mengalami kekurangan pasokan makanan, obat-obatan, hingga kebutuhan dasar lainnya. Meski Israel mengklaim bantuan tetap masuk ke Gaza, sejumlah lembaga bantuan menyebut jumlahnya masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan warga sipil.
Peristiwa ini kembali memunculkan perdebatan internasional mengenai legalitas blokade Gaza dan keselamatan misi kemanusiaan sipil di wilayah konflik.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.