Foto: Suasana siswa sekolah dasar menerima paket makanan bergizi di ruang kelas/ ANTARA Foto / Dokumentasi program pemerintah.
Pemerintah menetapkan skema program Makan Bergizi Gratis menjadi 5 hari dalam seminggu. Kebijakan ini disebut mampu meningkatkan efisiensi anggaran hingga Rp20 triliun.
Pemerintah resmi menetapkan perubahan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi lima hari dalam seminggu. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran sekaligus penyesuaian dengan jadwal kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang digagas pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia serta menekan angka stunting.
Distribusi Mengikuti Hari Sekolah
Dalam skema terbaru, distribusi makanan bergizi bagi siswa dilakukan Senin hingga Jumat, mengikuti hari sekolah. Dengan demikian, makanan diberikan saat siswa berada di lingkungan sekolah sehingga distribusi dinilai lebih efektif dan tepat sasaran.
Pemerintah menilai pola ini juga akan mempermudah pengawasan terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa. Selain itu, proses produksi dan distribusi dari dapur penyedia makanan dapat berjalan lebih teratur.
Kebijakan tersebut sekaligus menjawab berbagai evaluasi pelaksanaan program MBG yang sebelumnya masih dalam tahap uji coba di sejumlah daerah.
Efisiensi Anggaran hingga Rp20 Triliun
Perubahan skema menjadi lima hari dalam seminggu disebut mampu meningkatkan efisiensi anggaran negara. Pemerintah memperkirakan langkah ini dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp20 triliun.
Efisiensi tersebut berasal dari pengurangan biaya distribusi pada akhir pekan serta optimalisasi operasional dapur produksi makanan.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat.
Fokus pada Peningkatan Gizi Anak
Program MBG dirancang untuk menyediakan makanan dengan komposisi gizi seimbang bagi para siswa, mulai dari karbohidrat, protein, sayuran, hingga sumber vitamin dan mineral.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan konsentrasi belajar siswa di sekolah sekaligus memperbaiki status gizi anak-anak Indonesia.
Selain siswa sekolah, program ini juga diarahkan untuk mendukung perbaikan gizi bagi kelompok rentan seperti balita dan ibu hamil melalui berbagai program kesehatan masyarakat.
Pemerintah menyatakan akan terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah guna memastikan kebijakan tersebut berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.