Polda Jabar Minta Maaf usai Anggota Terlibat Insiden di Bundaran HI, Proses Kode Etik Tetap Berjalan
Bagikan
26 Juli 2026 | Author :
Foto: Propam Polda Jabar memeriksa tiga anggota terkait insiden Bundaran HI. Foto: Instagram @propam_jabar
Polda Jabar meminta maaf atas tindakan tiga anggotanya dalam insiden di Bundaran HI. Meski telah berdamai dengan korban, proses pemeriksaan dan sidang kode etik tetap berlanjut
Jakarta – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf kepada petugas keamanan (satpam) yang terlibat insiden dengan tiga anggotanya di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Permintaan maaf disampaikan menyusul viralnya video yang memperlihatkan cekcok antara anggota polisi dan satpam setelah sebuah mobil Toyota Alphard diduga menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing depan Hotel Pullman.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan institusinya menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh ketiga personel tersebut. Ia menegaskan permohonan maaf diberikan sebagai bentuk tanggung jawab Polda Jabar terhadap perilaku anggotanya yang dinilai tidak pantas dalam peristiwa tersebut.
Meski korban dan ketiga anggota telah menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, Polda Jabar memastikan proses penegakan disiplin internal tidak akan dihentikan. Ketiga personel tetap menjalani pemeriksaan oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) karena diduga melanggar Kode Etik Profesi Polri.
Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar pelaksanaan sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang akan menentukan bentuk sanksi terhadap masing-masing anggota. Polda Jabar menegaskan bahwa perdamaian antara kedua belah pihak tidak menghapus pertanggungjawaban etik sebagai anggota Polri.
Insiden tersebut bermula ketika sebuah Toyota Alphard diduga menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI. Tindakan itu kemudian ditegur oleh seorang satpam bernama Victor yang sedang bertugas mengamankan area penyeberangan. Teguran tersebut berujung adu mulut dan sempat terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Setelah video tersebut menyebar luas, Polda Jabar mengonfirmasi bahwa tiga orang yang berada di dalam mobil merupakan personel aktif institusinya. Polda juga menegaskan akan menangani kasus tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Kabid Humas Polda Jabar menambahkan bahwa kritik dan perhatian masyarakat terhadap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi institusi untuk memperkuat pembinaan personel serta meningkatkan profesionalisme anggota saat menjalankan tugas maupun ketika berada di ruang publik.
Sementara itu, insiden tersebut juga menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Satpam bernama Victor Harefa bahkan sempat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah videonya viral. Pertemuan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap korban yang dinilai telah menjalankan tugasnya menjaga ketertiban lalu lintas di kawasan Bundaran HI.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.