Prabowo Soroti Kebocoran Kekayaan Negara Rp14.000 Triliun, Singgung Manipulasi Ekspor

Bagikan
11 Juni 2026 | Author :
Foto: Presiden Prabowo Subianto membuka Munas XVIII HIPMI di Bandar Lampung. (Foto: ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kebocoran kekayaan negara hingga Rp14.000 triliun dalam pidato RAPBN 2027. Ia menyinggung praktik manipulasi ekspor dan pentingnya penguatan tata kelola ekonomi nasional.
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kebocoran kekayaan negara yang nilainya mencapai sekitar Rp14.000 triliun dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di hadapan DPR RI. Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan tata kelola sumber daya alam dan penerimaan negara.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa kekayaan bangsa Indonesia harus menjadi kekuatan utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia mengungkapkan adanya praktik manipulasi dalam perdagangan dan pelaporan ekspor yang diduga menyebabkan hilangnya potensi penerimaan negara selama puluhan tahun.

Menurut Presiden, selama sekitar 34 tahun terdapat nilai kekayaan nasional yang tidak sepenuhnya masuk ke dalam perekonomian Indonesia akibat berbagai praktik penyelewengan administrasi dan transaksi di atas kertas. Nilai tersebut disebut mencapai sekitar 900 miliar dolar Amerika Serikat atau setara lebih dari Rp14.000 triliun dengan kurs saat ini.

Pidato tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah untuk tahun anggaran 2027. Prabowo menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen keuangan, melainkan instrumen perjuangan negara untuk melindungi rakyat, memperkuat ekonomi nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi melalui penguatan sektor produktif, hilirisasi industri, ketahanan pangan, dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih berpihak kepada kepentingan nasional. Prabowo juga menegaskan pentingnya memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.

Pernyataan Presiden mendapat perhatian dari kalangan DPR. Sejumlah anggota parlemen menilai pidato tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperbaiki tata kelola fiskal dan penerimaan negara. DPR juga menekankan pentingnya langkah konkret agar target pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan daya beli.

Isu dugaan kebocoran kekayaan negara senilai Rp14.000 triliun kini menjadi salah satu topik nasional yang paling banyak diperbincangkan. Publik menanti langkah lanjutan pemerintah untuk memperkuat pengawasan ekspor, menutup celah manipulasi perdagangan, dan memastikan hasil kekayaan alam Indonesia kembali memberikan manfaat optimal bagi pembangunan nasional.
Baca Juga
• BUMD Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Baru, Bukan Hanya Perihal Bagi-bagi Jabatan
• Kritik Terhadap Kinerja KPU: Reformasi Kelembagaan Diperlukan untuk Memperkuat Demokrasi
• Kontroversi Rating Game di Steam, Komdigi Tegaskan IGRS Belum Terverifikasi
• Jadikan Marsinah Pahlawan Nasional, Mensos: Belum Ada Usulan Dari Daerah
• UU BUMN Butuh Aturan Turunan, Erick Thohir: Jangan Sampai Tabrakan
#PrabowoSubianto #PidatoPrabowo #RAPBN2027 #EkonomiIndonesia #KebocoranNegara #KekayaanNegara #Manip
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.