RANS Carnival di Sleman Sepi Pengunjung, Sejumlah Tenant UMKM Ikut Mundur

Bagikan
31 Oktober 2026 | Author :
Foto: Poster RANS Carnival di Sleman yang rencananya digelar 31 Oktober 2026.(Instagram RansCarnival)
RANS Carnival 2026 di Sleman terpantau sepi pada hari pertama. Sejumlah musisi dan tenant UMKM membatalkan keikutsertaan dalam acara tersebut.
SLEMAN — Gelaran RANS Carnival 2026 di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terpantau sepi pengunjung pada hari pertama pelaksanaannya, Sabtu (31/10/2026). Kondisi tersebut terjadi di tengah mundurnya sejumlah musisi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya dijadwalkan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu sekitar pukul 11.30 WIB, area festival belum menunjukkan aktivitas pengunjung yang ramai. Sejumlah tenda dan stan makanan terlihat tidak beroperasi, sementara panggung utama masih digunakan untuk persiapan dan pengecekan suara.

Dari sejumlah booth makanan yang disediakan, hanya sekitar tiga hingga empat tenant yang masih terlihat bertahan untuk berjualan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pelaku UMKM sebelumnya telah mempersiapkan produk dan kebutuhan dagangan untuk mengikuti festival.

Salah satu pedagang yang masih bertahan, Ayu, mengaku tetap mengikuti acara karena sudah berkomitmen kepada penyelenggara. Ia memilih menyelesaikan partisipasinya meskipun mengetahui sejumlah tenant dan pengisi acara memutuskan mundur.

Menurut Ayu, persiapan dagangan telah dilakukan sejak malam sebelumnya. Beberapa produk, seperti siomai dan jenang, bahkan harus dibuat pada hari penjualan agar tetap segar.

Namun, jumlah pembeli yang datang sejak pagi masih terbatas. Ia mengaku penjualan belum mencapai hasil yang diharapkan, bahkan sebagian transaksi berasal dari sesama pedagang.

Ayu berharap penyelenggara dapat memberikan perhatian terhadap kondisi para pelaku UMKM apabila situasi tersebut terus berlangsung hingga acara berakhir.

Sejumlah Tenant Memilih Membatalkan Keikutsertaan

Mundurnya pelaku UMKM menjadi salah satu perkembangan yang menyertai penyelenggaraan RANS Carnival 2026. Sejumlah usaha kuliner mengumumkan pembatalan keikutsertaan melalui media sosial.

Beberapa di antaranya adalah Roti Gembong Gedhe, Jeruk Lokal Maguwoharjo, dan Cuann.king. Sebagian pelaku usaha bahkan telah melakukan persiapan hingga memasukkan perlengkapan dagangan ke lokasi sebelum akhirnya memutuskan membatalkan partisipasi.

Jeruk Lokal Maguwoharjo, misalnya, menyampaikan pembatalan keikutsertaan meskipun telah membeli bahan baku dalam jumlah banyak. Melalui unggahan media sosial, pelaku usaha tersebut juga menginformasikan bahwa mereka akan kembali berjualan di lokasi usaha sebelumnya.

Sementara itu, Roti Gembong Gedhe turut mengumumkan pengunduran diri sebagai tenant makanan dan minuman. Produk yang telanjur dipersiapkan kemudian dialihkan untuk didistribusikan ke sejumlah cabang.

Keputusan tersebut menunjukkan bahwa pembatalan partisipasi dalam sebuah acara tidak selalu berarti pelaku usaha dapat menghindari biaya persiapan yang telah dikeluarkan.

Sejumlah Musisi Juga Mundur dari RANS Carnival

Selain pelaku UMKM, sejumlah musisi yang sebelumnya dijadwalkan tampil dalam RANS Carnival juga mengumumkan pengunduran diri.

Nama-nama yang menyampaikan keputusan tersebut antara lain Guyon Waton, Tipe-X, Om Wawes, dan Masdddho. Pengumuman pembatalan disampaikan melalui akun media sosial masing-masing.

Guyon Waton menyebut keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan keamanan, kenyamanan, serta hubungan baik dengan berbagai pihak. Manajemen grup musik itu juga menegaskan pengunduran diri bukan dimaksudkan untuk menyudutkan pihak tertentu.

Sementara itu, Om Wawes menyampaikan bahwa keputusan mundur diambil setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi masyarakat. Mereka menilai perlu mengambil sikap dengan mengedepankan hati nurani.

Gelombang pembatalan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap Raffi Ahmad selaku pimpinan RANS Entertainment. Perhatian masyarakat meningkat setelah kehadirannya dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menuai kritik dan perbincangan di media sosial.

Raffi sebelumnya memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia menyatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut sebatas memenuhi undangan yang baru diterimanya pada malam sebelum acara berlangsung.

Penyelenggara Belum Memberikan Keterangan

Di tengah kondisi lokasi yang relatif sepi dan mundurnya sejumlah peserta, pihak penyelenggara belum memberikan penjelasan mengenai perkembangan tersebut.

Dalam pantauan detikJogja pada Sabtu (31/10/2026), awak media telah mencoba meminta keterangan kepada panitia di lokasi. Namun, pihak panitia belum bersedia memberikan komentar terkait pengunduran diri musisi maupun tenant UMKM.

RANS Carnival dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni 31 Oktober hingga 1 November 2026, di kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Kondisi pada hari pertama menjadi perhatian, terutama bagi pelaku UMKM yang telah mengalokasikan waktu, tenaga, dan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Kejelasan komunikasi antara penyelenggara dan peserta menjadi penting agar pelaku usaha memperoleh kepastian terkait pelaksanaan acara serta konsekuensi dari perubahan situasi di lapangan.
Baca Juga
• Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Masih Bergulat dengan Pembiayaan dan Legalitas Usaha
• RANS Carnival di Sleman Sepi Pengunjung, Sejumlah Tenant UMKM Ikut Mundur
• Transaksi UMKM di Platform E-Commerce Melonjak Selama Ramadan
• Sewa Lapak Jutaan di PRJ, Pedagang UMKM Mengeluh Omzet Tak Sesuai Harapan
• Jakarta Running Festival Hasilkan Dampak Ekonomi Rp175 Miliar, 49 UMKM Terlibat
#RANSCarnival #RaffiAhmad #UMKM #Sleman #Yogyakarta #RANSEntertainment #BeritaNasional
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.