Dua Tahun Prabowo-Gibran, Survei IPO Catat Elektabilitas Gerindra 23,1 Persen

Bagikan
26 Oktober 2026 | Author :
Foto: Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan/(ANTARA/Bayu Pratama)
Survei IPO Oktober 2026 mencatat elektabilitas Gerindra sebesar 23,1 persen, disusul PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen.
JAKARTA — Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mencatat elektabilitas tertinggi dalam survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada Oktober 2026. Dalam simulasi pemilihan anggota DPR RI, Gerindra memperoleh 23,1 persen, disusul PDI Perjuangan (PDIP) sebesar 11,6 persen dan Partai Golkar dengan 10,7 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 12–20 Oktober 2026, bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hasil survei memperlihatkan selisih elektabilitas Gerindra dan PDIP mencapai 11,5 poin persentase. Sementara itu, jarak antara PDIP dan Golkar relatif tipis, yakni 0,9 poin persentase.

Temuan ini menggambarkan preferensi partai politik responden apabila pemilihan anggota DPR RI dilaksanakan saat survei berlangsung. Angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan penyebab tingginya dukungan terhadap partai tertentu maupun menjadi gambaran pasti hasil pemilu mendatang.

PKB, Demokrat, dan PAN Masuk Enam Besar

Di luar tiga partai dengan elektabilitas tertinggi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memperoleh 6,1 persen. Partai Demokrat menyusul dengan 5,9 persen, sedangkan Partai Amanat Nasional (PAN) mencatat 5,8 persen.

Berikutnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memperoleh 4,6 persen dan Partai NasDem sebesar 4,2 persen. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mencatat 2,9 persen, sementara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memperoleh 1,6 persen.

Sejumlah partai lain berada di bawah satu persen. Partai Gerakan Rakyat memperoleh 0,9 persen, Partai Gelora 0,8 persen, dan Partai Hanura 0,2 persen.

Adapun Partai Perindo, Partai Ummat, Partai Buruh, Partai Kebangkitan Nasional, dan Partai Garuda masing-masing tercatat 0 persen dalam hasil survei yang dipublikasikan.

Angka 0 persen tersebut merupakan hasil yang dilaporkan dalam survei, bukan berarti partai-partai tersebut tidak memiliki pendukung sama sekali.

Sebanyak 21,6 Persen Responden Tidak Mengungkapkan Pilihan

Survei IPO juga mencatat 21,6 persen responden masuk dalam kategori tidak tahu, tidak menjawab, atau merahasiakan pilihan politiknya.

Besarnya kelompok tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika membaca hasil survei. Namun, kategori itu merupakan gabungan beberapa respons sehingga tidak dapat langsung diartikan bahwa seluruh responden di dalamnya belum menentukan pilihan.

Preferensi politik juga dapat berubah mengikuti perkembangan situasi nasional, kebijakan pemerintah, aktivitas partai, serta persoalan ekonomi dan sosial yang menjadi perhatian masyarakat.

Karena itu, hasil survei pada satu periode belum cukup untuk menyimpulkan bagaimana peta dukungan partai akan terbentuk pada pemilu berikutnya.

Metodologi Survei IPO

IPO melaksanakan survei pada 12–20 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.

Responden ditanya mengenai partai atau calon anggota legislatif dari partai mana yang akan mereka pilih apabila pemilihan anggota DPR RI dilaksanakan pada saat survei berlangsung.

Hasil tersebut merupakan potret preferensi responden selama periode pengumpulan data. Angka elektabilitas tidak dapat diperlakukan sebagai hasil pemilu maupun bukti bahwa dukungan terhadap partai tertentu semata-mata dipengaruhi oleh kinerja pemerintahan.

Memasuki tahun ketiga pemerintahan Prabowo-Gibran, perkembangan elektabilitas partai masih perlu dicermati melalui survei-survei berikutnya. Perbandingan antarsurvei dengan metodologi yang sebanding dapat membantu melihat apakah dukungan politik mengalami perubahan atau relatif bertahan.
Baca Juga
• Megawati Tetap Jaga Gibran dan Bobby, Ini Kata Politikus PDIP
• Masih Tak Terima Hasil Pengumuman KPU, PDIP Minta MPR Tunda Pelantikan Prabowo-Gibran
• Menuju Pilkada 2024, KPU dan Pemerintah Akan Atur Distribusi Bansos
• Resmi! Kaesang Ditetapkan Jadi Ketum PSI Gantikan Girin Ganesha
• Pengamat Hukum Minta KPK Awasi Suap! MA Sudah Tak Bisa Diharapkan
#surveiipo #elektabilitaspartai #gerindra #pdip #golkar #prabowogibran #politikindonesia
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.