ASEAN Terbelah di Sidang PBB: 4 Negara Walkout, 7 Tetap Bertahan Saat Netanyahu Berpidato

Bagikan
26 September 2026 | Author :
Foto: Delegasi 7 Negara Walkout dari Sidang Umum PBB Saat Netanyahu Berpidato. (Foto: REUTERS/Jeenah Moon)
Empat negara ASEAN, termasuk Indonesia, melakukan walkout saat PM Israel Benjamin Netanyahu berpidato di Sidang Umum PBB ke-81, sementara tujuh negara ASEAN lainnya tetap bertahan.
Pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Kamis (24/9/2026) memicu gelombang aksi protes diplomatik. Rekaman sidang menunjukkan puluhan delegasi dari berbagai negara serentak meninggalkan ruangan begitu Netanyahu menuju mimbar untuk menyampaikan pernyataan nasionalnya.

Delegasi Indonesia menjadi salah satu yang paling menonjol dalam aksi walkout tersebut. Kursi delegasi RI langsung kosong begitu Netanyahu dipersilakan naik ke podium, sebagai bentuk protes atas kebijakan Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat. Kementerian Luar Negeri menyebut langkah ini sebagai simbol solidaritas berkelanjutan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Di antara 11 negara anggota ASEAN, respons terhadap pidato Netanyahu tidak seragam. Empat negara — Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar — tercatat ikut melakukan walkout. Sementara itu, tujuh negara ASEAN lainnya, yakni Kamboja, Laos, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor-Leste, tetap mempertahankan kehadiran delegasinya di dalam ruang sidang selama pidato berlangsung.

Secara global, laporan sejumlah media internasional menyebut hampir 70 negara memilih walkout atau tidak menghadiri pidato tersebut sejak awal, termasuk Turki, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Qatar, serta sejumlah negara Amerika Latin dan Afrika seperti Spanyol, Brasil, dan Nigeria. Sebagian negara bahkan hanya menyisakan satu diplomat junior di dalam ruangan sebagai perwakilan simbolis. Sebaliknya, negara-negara seperti Amerika Serikat, Australia, Kanada, serta beberapa negara Uni Eropa tetap menempatkan delegasinya penuh di dalam ruang sidang, sementara Uni Emirat Arab dan Bahrain—dua negara yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel—juga tidak beranjak dari kursi mereka.
Suasana sidang sempat memanas ketika sejumlah delegasi yang bertahan bersorak dan bertepuk tangan menyambut Netanyahu, sementara delegasi lain yang masih berada di ruangan melontarkan cemoohan. Ketua sidang bahkan sempat mengetuk palu untuk meminta seluruh pihak menjaga ketertiban forum.

Aksi walkout massal ini terjadi di tengah tekanan internasional yang terus meningkat terhadap Israel, menyusul kesimpulan Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB pada September 2025 yang menyebut Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza—tudingan yang dibantah keras oleh pihak Israel. Status hukum Netanyahu turut disorot mengingat surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) sejak November 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan masih berlaku hingga kini.
Baca Juga
• Viral “Partai Kecoak” Gegerkan India, Berawal dari Sindiran Kini Diikuti Jutaan Anak Muda
• Putin Tawarkan Rusia Jadi Mediator Konflik Iran–AS
• ASEAN Terbelah di Sidang PBB: 4 Negara Walkout, 7 Tetap Bertahan Saat Netanyahu Berpidato
• Warga Gaza Dapat SMS dari Israel, Iming-iming Pindah ke Luar Negeri
• Israel Cegat Armada Kemanusiaan Global Sumud, Puluhan Kapal Bantuan Gaza Dihentikan di Laut Meditera
#Netanyahu #SidangPBB #ASEANWalkout #IndonesiaWalkout #Palestina #Gaza #DiplomasiInternasional #Maje
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.