Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter
Bagikan
11 Juni 2026 | Author :
Foto: Pengendara kendaraan mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Pertamina setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi. (Foto: ANTARA FOTO)
Harga BBM nonsubsidi resmi naik mulai Juni 2026. Pertamax kini dibanderol Rp16.250 per liter, memicu perhatian publik terkait dampaknya terhadap biaya transportasi dan ekonomi masyarakat.
Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi perhatian publik pada 11 Juni 2026 setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green. Kebijakan tersebut langsung memicu perbincangan luas di masyarakat karena berpotensi meningkatkan biaya transportasi dan pengeluaran rumah tangga.
Berdasarkan penyesuaian yang berlaku mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat sekitar 32 persen. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Adapun harga BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan terhadap anggaran subsidi energi nasional. Data pemerintah menunjukkan biaya subsidi energi mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan fiskal negara.
Meski demikian, pemerintah menilai dampak kenaikan tersebut terhadap inflasi secara keseluruhan akan relatif terbatas. Menteri Keuangan menyebut BBM yang mengalami penyesuaian merupakan jenis nonsubsidi yang sebagian besar digunakan kendaraan pribadi, bukan moda transportasi umum. Oleh karena itu, efek langsung terhadap harga barang dan jasa diperkirakan tidak sebesar jika yang mengalami kenaikan adalah BBM bersubsidi.
Di sisi lain, sejumlah kalangan masyarakat mengaku khawatir kenaikan harga BBM akan menambah beban pengeluaran harian. Pengguna kendaraan pribadi, terutama pekerja yang mengandalkan mobilitas tinggi, diperkirakan akan merasakan dampak paling besar dari penyesuaian tersebut. Kekhawatiran juga muncul terkait kemungkinan kenaikan biaya logistik yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Pertamina memastikan pasokan BBM tetap aman dan tersedia di seluruh jaringan SPBU di Indonesia. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan sehingga masih dapat diakses masyarakat dengan harga yang sama seperti sebelumnya.
Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter menjadikan isu energi sebagai salah satu topik nasional yang paling banyak diperbincangkan pada hari ini. Pemerintah dan pelaku usaha kini akan mencermati dampaknya terhadap inflasi, konsumsi masyarakat, serta aktivitas ekonomi dalam beberapa pekan ke depan.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.