Jokowi mengaku menelepon Presiden UEA Mohammed bin Zayed untuk menanyakan akhir konflik Iran. Jawabannya: belum jelas.
Tanggal: 8 April 2026
Joko Widodo mengungkapkan dirinya sempat menelepon Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk menanyakan perkembangan konflik di Timur Tengah, khususnya terkait Iran.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam sebuah acara publik saat membahas dampak geopolitik global terhadap ekonomi.
Tanya Kapan Perang Selesai
Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan dirinya langsung menghubungi MBZ ketika konflik mulai memanas.
“Saya telepon beliau, saya tanya kapan ini selesai,” ujar Jokowi.
Namun, menurut Jokowi, jawaban yang diterima tidak memberikan kepastian.
MBZ disebut menyampaikan bahwa situasi konflik masih sangat dinamis dan sulit diprediksi.
Soroti Dampak ke Harga Minyak
Selain menanyakan soal durasi konflik, Jokowi juga mengaku menyoroti dampak perang terhadap harga energi global.
Ia menanyakan kemungkinan lonjakan harga minyak dunia, mengingat kawasan Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi energi global.
Respons yang diterima serupa: kondisi dinilai belum stabil dan penuh ketidakpastian.
Relasi Personal Jadi Sorotan
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga menyebut MBZ sebagai “kakak saya”, yang mencerminkan kedekatan hubungan personal keduanya.
Hubungan Indonesia dengan Uni Emirat Arab selama ini memang dikenal cukup erat, baik dalam kerja sama investasi maupun diplomasi.
Cerminan Kekhawatiran Global
Pernyataan Jokowi ini dinilai mencerminkan kekhawatiran banyak negara terhadap dampak konflik Timur Tengah, terutama pada sektor energi dan ekonomi global.
Ketidakpastian yang disampaikan MBZ juga menunjukkan bahwa eskalasi konflik masih sulit dipetakan dalam waktu dekat.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.