Tekanan Fiskal Meningkat, Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis

Bagikan
21 Juni 2026 | Author :
Foto: Pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia sedang mengikuti rapat pembahasan program Makan Bergizi Gratis di kantor resmi pemerintah.
Pemerintah Indonesia mengevaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah meningkatnya tekanan fiskal dan besarnya beban anggaran APBN 2026, untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program prioritas nasional.
JAKARTA – Pemerintah Indonesia mulai melakukan evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tengah meningkatnya tekanan fiskal dan besarnya beban anggaran negara untuk program prioritas tersebut.

Program MBG yang menjadi salah satu kebijakan unggulan pemerintah saat ini tercatat menyerap anggaran sangat besar dalam APBN 2026, yakni mencapai sekitar Rp335 triliun. Besarnya alokasi ini menjadikan MBG sebagai salah satu program dengan porsi belanja terbesar dalam struktur anggaran negara tahun berjalan.

Seiring dengan besarnya pembiayaan tersebut, pemerintah menilai perlu dilakukan penyesuaian dan evaluasi untuk memastikan efektivitas pelaksanaan program serta keberlanjutan fiskal negara.

Sebelumnya, sejumlah laporan menunjukkan bahwa meskipun realisasi program terus meningkat, penyerapan anggaran masih berada pada tahap awal. Hingga awal Maret 2026, realisasi belanja MBG baru mencapai sekitar 13 persen dari total pagu, meski penerima manfaat telah mencapai puluhan juta orang di berbagai daerah.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk menyisir kembali struktur pembiayaan dan pelaksanaan program agar lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan terhadap APBN.

Selain itu, terdapat kekhawatiran terkait keberlanjutan fiskal jangka menengah, mengingat skala program MBG yang terus meluas dan kebutuhan anggaran yang diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam sejumlah kajian kebijakan dan analisis fiskal, program ini juga disebut berpotensi memberikan tekanan pada ruang fiskal pemerintah apabila tidak diimbangi dengan efisiensi dan penguatan tata kelola.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa evaluasi bukan berarti penghentian program, melainkan upaya penyesuaian agar MBG tetap berjalan sesuai tujuan utama, yaitu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri telah menjadi bagian dari kebijakan strategis nasional yang ditujukan untuk menjangkau puluhan juta penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga kelompok rentan lainnya.

Pemerintah menargetkan agar program ini tetap berlanjut dengan tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan di tengah dinamika fiskal nasional yang semakin ketat.
Baca Juga
• Legislator Daerah Ikut Kelola Dapur MBG, Etiskah?
• Jangan coret Uang Rupiah, Ini Pasal Yang Bakal Diterima, Sanksi Penjara hingga Denda Miliaran!
• Ledakan Amunisi TNI Di Garut, Dedi Mulyadi Janji Biayai Kuliah Anak Para Korban
• Reshuffle Kabinet Kian Dekat, Prabowo Dinilai Akan Evaluasi Airlangga, Raja Juli, dan Pigai
• Dedi Mulyadi Larang Wisuda Sekolah, Mendikdasmen: Boleh Asal tak Memberatkan
#MakanBergiziGratis #MBG #APBN2026 #TekananFiskal #EkonomiIndonesia #KebijakanPemerintah #PrabowoSub
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.