Update Terbaru - Berita Populer - Kategori

IPR: Prabowo Diminta Selektif Pilih Menpora dan Menko Polkam, Bukan Sekadar Bagi-Bagi Kursi

Bagikan
13 September 2025 | Author : Redaksi
Foto: Antara
Direktur IPR Iwan Setiawan menilai Presiden Prabowo Subianto harus selektif pilih Menpora dan Menko Polkam, bukan sekadar ajang bagi-bagi kekuasaan.
Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan, menilai lambatnya pengisian kursi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polkam) bukan tanpa alasan. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto masih berhati-hati dalam menentukan sosok yang tepat untuk dua jabatan strategis tersebut.

Iwan mengingatkan agar pengisian pos kementerian itu tidak dijadikan ajang bagi-bagi kekuasaan semata. Ia menilai, Menpora dan Menko Polkam adalah posisi yang menuntut profesionalitas, integritas, serta kemampuan manajerial yang kuat.

“Menpora dan Menko Polkam tidak bisa hanya dilihat dari kepentingan politik. Presiden harus memastikan figur yang dipilih benar-benar memiliki kapasitas dan rekam jejak yang sesuai dengan kebutuhan negara,” ujar Iwan Setiawan, Jumat (12/9/2025).

Posisi Strategis dalam Pemerintahan

Menurut Iwan, Menpora memiliki peran vital dalam membangun generasi muda dan meningkatkan prestasi olahraga Indonesia. Sementara itu, Menko Polkam merupakan kementerian koordinatif yang berhubungan langsung dengan stabilitas politik, hukum, serta keamanan nasional.

“Kalau dua kursi ini hanya dijadikan alat kompromi politik, maka yang rugi adalah rakyat. Karena yang dibutuhkan sekarang adalah pemimpin yang mampu bekerja, bukan sekadar bagi-bagi jabatan,” jelasnya.

Prabowo Dinilai Hati-Hati

Iwan menilai, sikap hati-hati Prabowo dalam menentukan Menpora dan Menko Polkam patut diapresiasi. Meski lambat, langkah itu menunjukkan Presiden tidak terburu-buru mengambil keputusan hanya karena tekanan politik.

“Lebih baik sedikit lambat tapi menghasilkan pilihan yang tepat, daripada cepat tapi salah orang. Publik tentu menunggu keputusan Presiden dengan harapan besar,” tegas Iwan.

Harapan Publik

Dengan demikian, pengisian jabatan Menpora dan Menko Polkam diharapkan bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menunjukkan komitmennya membangun kabinet yang kuat, profesional, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

“Rakyat menaruh harapan besar. Jadi, jangan sampai jabatan penting ini dipakai untuk sekadar mengakomodasi kepentingan politik jangka pendek,” pungkas Iwan.
Baca Juga
• Kritik Terhadap Kinerja KPU: Reformasi Kelembagaan Diperlukan untuk Memperkuat Demokrasi
• Dedi Mulyadi Larang Wisuda Sekolah, Mendikdasmen: Boleh Asal tak Memberatkan
• Mendagri Dorong Pemda Perkuat Pengawasan Program MBG demi Cegah Krisis
• KPK Panggil Satori dan Heri Gunawan dalam Kasus CSR BI, Belum Ditahan
• Presiden Hormati Putusan MK soal UU ITE
#IPR #Prabowo #Menpora #MenkoPolkam #dasco
BERITA LAINNYA
Infotainment Loly Bangga Pamerin Promise Ring, Vadel Badjideh Akui Sudah Putus
Infotainment Ungkap Nominal Nafkah Ammar Zoni, Irish Bella: Ikhas Aku Terima Insya Allah
Hukum & Kriminal Ketua Ormas Di Blora Tipu Warga, Uang Rp300 Juta Raib
Politik Sesuai Arahan, Ketum Projo mengaku mendukung Prabowo
Ekonomi Global Segini Gaji Fresh Graduate di PwC, Perusahaan Akuntansi Terbesar di Dunia
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.