Heboh Sepatu Sekolah Rakyat Rp700 Ribu, Gus Ipul Akhirnya Buka Suara
Bagikan
09 Mei 2026 | Author :
Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan klarifikasi soal isu mark up sepatu Sekolah Rakyat di Jakarta. Foto: Okezone.com.
Viral di media sosial dugaan mark up harga sepatu untuk program Sekolah Rakyat mencapai ratusan ribu rupiah. Menteri Sosial Saifullah Yusuf buka suara dan membantah adanya penggelembungan anggaran.
Jagat media sosial dihebohkan dengan isu dugaan mark up harga sepatu untuk program Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp700 ribu per pasang. Polemik tersebut langsung memicu kritik publik terhadap pengadaan perlengkapan siswa di bawah Kementerian Sosial.
Isu ini ramai diperbincangkan setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan rincian anggaran perlengkapan siswa Sekolah Rakyat. Dalam unggahan tersebut disebutkan harga sepatu yang dinilai tidak masuk akal untuk kebutuhan siswa.
Menanggapi hal itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah keras tudingan adanya penggelembungan harga. Ia menegaskan informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai fakta.
“Tidak benar ada sepatu siswa seharga Rp700 ribu per pasang seperti yang viral di media sosial,” kata Gus Ipul dalam keterangannya.
Menurutnya, angka yang beredar merupakan pagu atau batas maksimal anggaran, bukan harga pembelian akhir barang. Ia menjelaskan proses pengadaan masih berjalan dan harga riil nantinya disesuaikan dengan hasil lelang serta spesifikasi kebutuhan siswa.
Gus Ipul juga menyebut program Sekolah Rakyat mengedepankan prinsip transparansi dan pengawasan ketat. Karena itu, seluruh proses pengadaan disebut melibatkan berbagai lembaga pengawas agar tidak terjadi penyimpangan anggaran.
Polemik ini turut menyeret beberapa merek sepatu lokal yang disebut-sebut terlibat dalam pengadaan. Namun, salah satu brand asal Surabaya yang namanya viral langsung memberikan klarifikasi bahwa pihaknya tidak ikut dalam proyek pengadaan Sekolah Rakyat.
Di sisi lain, sejumlah warganet mempertanyakan rincian spesifikasi sepatu yang dianggap terlalu mahal bila dibandingkan harga pasar. Kritik tersebut semakin ramai karena program Sekolah Rakyat ditujukan bagi masyarakat kurang mampu sehingga penggunaan anggaran menjadi sorotan publik.
Kementerian Sosial menjelaskan bahwa kebutuhan perlengkapan siswa tidak hanya mencakup sepatu biasa, tetapi juga mempertimbangkan kualitas, ketahanan, hingga standar kenyamanan untuk penggunaan jangka panjang. Meski demikian, Kemensos belum merinci angka final harga pembelian yang akan digunakan.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Nantinya para siswa akan mendapatkan fasilitas pendidikan lengkap, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah.
Meski telah dibantah pemerintah, isu mark up sepatu Sekolah Rakyat masih ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak pihak meminta Kemensos membuka detail anggaran secara transparan agar polemik tidak terus berkembang dan menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Ide Times adalah Portal Media Online yang menyajikan Berita Terkini dan Terbaru seputar Informasi, News Update, Politik, Ekonomi, Humaniora dan Gaya Hidup.